Advertorial

Peringatan HUT Ke-5 Museum Timah Indonesia-Muntok, Mari Lestarikan Benda-benda Pusaka

Museum Timah Indonesia-Muntok, Bangka Barat kini telah menginjak usia lima tahun.

Peringatan HUT Ke-5 Museum Timah Indonesia-Muntok, Mari Lestarikan Benda-benda Pusaka
bangkapos/nordin
Bangka Barat kini telah menginjak usia lima tahun. Berbagai acara pun digelar guna mera¬≠yakan hari jadi Museum Timah Indonesia-Muntok ini. 

BANGKAPOS.COM  --  Museum Timah Indonesia-Muntok, Bangka Barat kini telah menginjak usia lima tahun. Berbagai acara pun digelar guna mera­yakan hari jadi Museum Timah Indonesia-Muntok ini.

Tepatnya Rabu (7/11) di Museum Timah Indonesia perayaan HUT ke-5 ini dilakukan, dengan dihadiri berbagai unsur pejabat di lingkungan PT Timah Tbk, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, sejarahwan serta tamu dan undangan lainnya.

Acara yang bertemakan ‘Landscape Kota Bersejarah’ ini juga mengajak para pemerhati sejarah dan budaya dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri untuk mengikuti kegiatan pelatihan selama tiga hari tentang melestarikan benda pusaka.

Di hari terakhir mereka diajak berkeliling Kota Muntok untuk melihat bangunan bersejarah yang ada seperti Rumah Mayor dan lain sebagainya.

“Melalui kegiatan ini tepat sasarannya dari Museum Timah sebagai sarana satu diantara edutaiment bagi masyarakat sekitar. Mudah-mudahan kedepan museum ini menjadi satu diantara tempat wisata yang ada di Muntok serta menaikkan nilai-nilai baik sejarah maupun budaya,” sebut Kepala Museum Timah Indonesia-Muntok, Fahrizal Abu Bakar.
Fahrizal menyampaikan, tahun sebelumnya HUT Museum Timah Indonesia bertemakan ‘Heritage Trail’ dengan sasaran para pelajar.

Suasana HUT ke-5 Museum Timah Indonesia- Muntok, Bangka Barat, Rabu (7/11).
Suasana HUT ke-5 Museum Timah Indonesia- Muntok, Bangka Barat, Rabu (7/11). (bangkapos/nordin)

Berbeda dengan tahun ini, sasarannya adalah ahli-ahli pelestarian cagar budaya dari dalam dan luar negeri.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini kedepannya bisa menambah nilai-nilai Kota Muntok sebagai kota budaya dan sejarah,” ungkapnya.

Sementara Pendiri Badan Warisan Sumatara yang berkantor di Belanda, Hesti Tarekat menyampaikan kegiatan pelatihan ini untuk memperingati Museum Timah Indonesia-Muntok juga sekaligus pertemuan jaringan Sumatera sebagai pelestarian pusaka.

Jaringan ini merupakan organisasi pusaka dengan tujuan melestarikan benda-benda bersejarah dan budaya, terdiri dari berbagai unsur seperti pemerintah, swasta, pemerhati budaya, sejarahwan dan lainnya.

“Pertemuan kali ini temanya Landscape Kota Bersejarah. Itu adalah suatu konsep yang diperkenalkan oleh UNESCO sejak 2011 untuk membangun kesadaran bahwa pelestarian pusaka itu tidak hanya bangunan bersejarah tunggal, namun harus memperhatikan juga lingkungan sekitarnya,” terang Hesti .

Acara pembukaan diha­diri Kepala Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, UNESCO, Perwakilan PT Timah Tbk dan narasumber dari dalam dan luar negeri. 

Penulis: Muhammad Noordin
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved