Tragedi Surabaya Membara

Soal Tragedi Penonton Surabaya Membara Ditabrak Kereta, PT KAI Sebut Panitia Lalai

Soal Tragedi Penonton Surabaya Membara Ditabrak Kereta, PT KAI Sebut Panitia Lalai

Soal Tragedi Penonton Surabaya Membara Ditabrak Kereta, PT KAI Sebut Panitia Lalai
ist/facebook
Detik-detik saat beberapa penonton terjun dari viaduk Jl Pahlawan untuk menghindari ditabrak kereta api, Jumat (9/11/2018) 

BANGKAPOS.COM, SURABAYA - Gatut Sutiyatmoko, Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8, Surabaya berkomentar terkait kecelakaan yang menewaskan penonton Surabaya Membara di Viaduk Jalan Pahlawan, Surabaya, Jumat (9/11/2018) malam.

Menurut Gatut, hal itu kesalahan panitia penyelenggara karena tidak melakukan koordinasi dengan PT KAI.

"Kelalain panitia penyelenggara juga, karena tidak ada koordinasi dengan KAI, dan tidak ada imbauan atau larangan untuk tidak menonton di jembatan viaduk KAI.

Jalur kereta api (KA) tersebut aktif setiap hari, dilewati KA penumpang dan barang," jelasnya usai kejadian tersebut.

Gatut menegaskan, sangat berbahaya berada di jalur KA apalagi di jembatan atau viaduk karena KA tidak dapat mengerem mendadak.

Dijelaskan Gatut, saat itu KA sudah membunyikan semboyan 35 (suling lokomotif) dan sudah berupaya mengurangi kecepatan sampai 15 km per jam. Sementara kecepatan normal di jalur itu hanya 30 km per jam.

Lebih lanjut Gatut menerangkan sesuai ketentuan dalam Pasal 181 ayat (1) UU 23 2007, Setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api, dilarang menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api; atau menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain, selain untuk angkutan kereta api. 

Baca: VIDEO Detik-detik Penonton Surabaya Membara Terlindas Kereta Api, Begini Kronologinya

Baca: Kronologis Penonton Drama Surabaya Membara Dilindas Kereta, Tubuh Para Korban Terbelah Dua

 

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Penonton Surabaya Membara Ditabrak Kereta di Viaduk Jl Pahlawan, PT KAI Sebut Panitia Lalai.

Editor: teddymalaka
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved