Kasus Korupsi, 30 Orang Ketua RT dan RW Diperiksa di Persidangan

Sebanyak 30 ketua Rukun Tangga (RT) dan Rukun Warga (RW) dari dusun dua belo laut, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat

Kasus Korupsi, 30 Orang Ketua RT dan RW Diperiksa di Persidangan
s3images.coroflot.com/Kompas.com
Ilustrasi Korupsi. 

Laporan Wartawan Bangkapos,  Yudha Palistian

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sebanyak 30 orang terdiri dari ketua Rukun Tangga (RT)  dan Rukun Warga (RW) dari dusun dua belo laut,  Kecamatan Muntok,  Kabupaten Bangka Barat,  diperiksa sebagai saksi dalam kasus korupsi anggaran pendapatan desa yang menimpa kepala desa below laut yakni Amrin Saimi di PN Pangkalpinang,  Senin (12/11/2018).

Saksi yang dihadirkan tersebut merupakan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang dibawa dari Bangka Barat menuju Pangkalpinang untuk diperiksa.

Jaksa Penuntut Umum (JPU),  Doddy Praja,  mengatakan tindak pidana korupsi yang dilakukan kepala Desa Belo laut yaitu tidak memasukkan sumbangan bantuan pihak ketiga dari Perusahan Kapal Isap Produksi (KIP) dan PT. Gunung Sawit Bina Lestari (GSBL) ke dalam Rekening Kas desa sebagai bagian dari pendapatan sebesar Rp1.296.701.511.

Ia menambahkan,  terdakwa mereka jerat dengan Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Sebagaimana Telah Diubah Dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Untuk ancaman maksimal 20 tahun pejara serta denda minimal Rp 200 juta dan maksimal bisa miliaran," ungkapnya kepada Bangkapos seusai sidang pemeriksaan saksi tersebut.

Sementara itu,  selama proses persidangan, ketua hakim (Sri Endang) didampingi hakim anggota (Iwan Gunawan dan Erizal), terlihat mengetuk palu berulang kali karena 30 saksi tersebut rebutan untuk berbicara.

"Bicaranya satu-satu ya, jangan rebutan gitu. Ini kan saksinya banyak, kapan selesainya jika semuanya ngomong," cetus ketua hakim seraya mengetuk palu pertanda perhatian.

Para 30 saksi tersebut,  ditanyakan mengenai perputaran uang yang dikelola oleh kepala desa belo laut selama menjabat.

Sidang pun akan dilanjutkan kembali pekan depan dengan agenda yang sama yakni pemeriksaan kembali yang dihadirkan oleh JPU. (*)

Penulis: Yudha Palistian
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved