Tak Terima Tetangga Mengebut di Depan Pesta Hajatan Keponakannya Zulbakeri Emosi hingga Pukul Rusli

Zulbakeri harus menanggung ulahnya, akibat tidak dapat menahan emosi, hingga ia harus diamankan di Polsek Bukit Intan.

Tak Terima Tetangga Mengebut di Depan Pesta Hajatan Keponakannya Zulbakeri Emosi hingga Pukul Rusli
Bangka Pos / Ira kurniati
Kapolsek Bukit Intan, AKP Adi Putra 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ira Kurniati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Zulbakeri harus menanggung ulahnya, akibat tidak dapat menahan emosi, hingga ia harus diamankan di polsek bukit intan.

Bersama adik kandungnya, Sapriatna Rianto, diduga melakukan tindak pidana pengeroyokan terhadap tetangganya sendiri.

Menurut pengakuan pria berusia 40 itu kepada bangkapos.com, dirinya kesal lantaran pada saat pesta hajatan keponakannya di kelurahan pasir putih, kecamatan bukit intan, Minggu (11/11/2018) kemarin, tetangganya, Ansori, memacu kendaraan dengan kencang saat melewati pesta hajatan itu.

Zulbakeri yang pada saat itu sedang membantu penataan parkir kendaraan, tersulut emosi melihat Ansori yang kebut-kebutan saat melintasi pesta keponakannya.

"Kondisi lagi panas, saya lihat dia (Ansori--red) kebut-kebutan. Gak habis pikir jadinya, padahal kan tetangga seharusnya dibantu lah. Jangan seperti itu. Saya terbawa emosi pada saat itu, tapi saya tidak memukul dia." terang Zulbakeri, Senin (12/11/2018).

Zulbakeri mengaku saat Ansori memperlambat laju kendaraannya itu, ia hanya membuka kaca helm yang dikenakan Ansori, seraya mengatakan kepada Ansori untuk segera pergi.

Berselang sekitar dua jam, kakak Ansori, yakni Rusli, yang baru saja pulang dari pasar untuk berjualan sayur, melintasi pesta hajatan itu, juga memacu kendaraannya dengan kencang.

Melihat hal ini, Zulbakeri meradang hingga menghampiri Rusli dan menghantamnya dengan dua kali pukulan dibagian kepala.

"saya cuma dua kali mukul dia di bagian kepala. Saya sendiri yang melakukannya, itu karena emosi tadi. Orang lagi hajatan tapi tetangga kok begitu, bukannya membantu tapi malah kebut-kebutan." akunya.

Zulbakeri mengaku, adiknya, Sapriatna Rianto, tidak turut andil dalam memukul Rusli pada saat itu. Ia pun menuturkan, jika sebelum kejadian ini hubungan antara mereka dan korban pun baik-baik saja.

Tidak dipicu emosi ataupun urusan keuangan. Zulbakeri hanya kesal lantaran, pada hari bahagia keponakannya, tetangga yang sekaligus temannya itu, malah memancing emosi dengan cara kebut-kebutan di lokasi pesta.

Sementara itu, Kapolsek Bukit Intan, AKP Adi Putra, menerangkan, kasus ini sedang dalam proses penyidikan oleh pihaknya. Meskipun tergolong pengeroyokan ringan, namun pelaku melakukan dengan unsur kesengajaan.

Untuk itu, pihaknya mengamankan kedua pelaku ini agar mencegah kejadian berulang.

"Segala sesuatu tindak pidana yang sudah terjadi, terlepas itu berat, sedang ataupun ringan, tetap kita lakukan langkah hukum yakni mengamankan pelaku di Mapolsek." kata AKP Adi Putra, seizin Kapolres Pangkalpinang, AKBP Iman Risdiono Septana, Senin (12/11/2018). (*)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved