Media Sosial Bisa Menyebabkan Kecemasan, Depresi Bullying dan FOMO

Media sosial sangat berkaitan erat dengan tingkat kecemasan yang tinggi, depresi, bullying, dan FOMO

Media Sosial Bisa Menyebabkan Kecemasan, Depresi Bullying dan FOMO
TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/Hermawan Handaka
Stres merupakan salah satu tanda-tanda depresi yang harus diatasi sedini mungkin. 

BANGKAPOS.COM – Kemajuan teknologi di era digital menawarkan sejumlah kemudahan, satu di antaranya kebebasan bersosialisasi dengan jangkauan lebih luas melalui media sosial.

Pemanfaatannya pun tidak sebatas menjaring relasi tetapi juga mampu menghasilkan pundi-pundi uang.

Hanya saja, sederet efek positif tersebut ternyata bisa mengakibatkan stres dan depresi seperti yang menimpa beberapa influenzer Indonesia.

Media sosial sangat berkaitan erat dengan tingkat kecemasan yang tinggi, depresi, bullying, dan FOMO (fobia ketinggalan berita di jejaring sosial).

Selain itu, juga bisa memberi harapan tidak realistik dan menciptakan perasaan ketidakcukupan serta kepercayaan diri rendah.

Berikut tiga cara menghindari depresi dan stres karena media sosial mengutip dari dokter.id.

1.      Memiliki Batas Waktu

Mayoritas orang menghabiskan harinya lebih banyak menggunakan media sosial dan melupakan semua hal.

Satu di antara cara menghindari efek buruk akibat media sosial, yakni memiliki batas waktu. 

Mulailah mencatat waktu yang dihabiskan bermain media sosial setiap hari selama seminggu.

Halaman
123
Penulis: Idandi Meika Jovanka
Editor: teddymalaka
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved