Jawab Pertanyaan Berbelit-belit, Terdakwa Kasus Narkoba 'Disemprot' Majelis Hakim

Menjawab Pertanyaan dengan Lamban Dalam Sidang Kasus Narkoba, Giraldi DiBentak Hakim

Jawab Pertanyaan Berbelit-belit, Terdakwa Kasus Narkoba 'Disemprot' Majelis Hakim
Bangka Pos / Yudha Palistian
Terdakwa, Giraldi Alqipari, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian berdomisili di sungailiat digiring petugas sipir tahanan menuju ruangan sidang PN Pangkalpinang. 

Laporan Wartawan Bangkapos,  Yudha Palistian

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Anggota Hakim,  Iwan Gunawan yang mengadili terdakwa (Giraldi Alqipari) dalam kasus narkoba jenis ganja, merasa geram karena setiap pertanyaan yang diajukan dijawab dengan berbelit-belit serta terkesan lamban,  Rabu (14/11/2018).

"Jawab saja, jangan lelet dan lemas gitu. Ini kan sudah terjadi, lagipula sudah ada surat dakwaannya serta laporannya di kami," cetus iwan gunawan dihadapan terdakwa.

Sementara itu,  ketika Ketua Hakim (I Nyoman Wiguna)  didampingi anggota Hakim (Hotma Sipahutar dan Iwan Gunawan)  menanyakan beberapa pertanyaan kronologis kejadian,  terdakwa yang menggunakan peci putih hanya menjawab denhan intonasi suara pelan dan lemas.

Giraldi Alqipari adalah terdakwa yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian berdomisili di sungailiat yang wajib menjalani sidang kedua dengan agenda pemeriksaan saksi karena  menyimpan, memakai dan mengedarkan narkotika jenis ganja.

Adapun dua saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Muhammad Fuady,  yakni Saksi Ari Sanjaya dan saksi Catur Panji yang merupakan Anggota Polda Kepulauan Bangka Belitung.

Menurut penuturan kedua saksi dalam persidangan di ruang tirta Pengadilan Negeri Pangkalpinang, kejadian bermula pada Selasa (28/8/2018) lalu sekira pukul 10.30 WIB,  bertempat di penginapan Kaisar kamar 107, Gg. Abdullah, Kelurahan Masjid Jamik, Kecamatan Rangkui,  Pangkalpinang.

"Kami melakukan penggeledahan disaksikan ketua RT setempat dan kemudian ditemukan satu bungkus kotak rokok yang di dalamnya terdapat narkotika jenis ganja yang dibeli dengan harga Rp 400 ribu," ungkap kedua saksi.

Atas perbuatan terdakwa diatur  dalam Pasal 114 ayat (1) Undang Undang No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dan terancam hukuman pidana penjara minimal lima tahun serta maksimal 20 tahun.(*)

Penulis: Yudha Palistian
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved