Tenaga Kesehatan di Belitung Menjadi Kebutuhan Mendesak, Begini Kata Kepala Dinas Kesehatan

Tenaga Kesehatan di Belitung Menjadi Kebutuhan Mendesak, Begini Kata Kepala Dinas Kesehatan

Tenaga Kesehatan di Belitung Menjadi Kebutuhan Mendesak, Begini Kata Kepala Dinas Kesehatan
Tribun Timur
Kisi-kisi soal CPNS 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Selain peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung untuk tenaga guru banyak mengalami kekosongan alias tidak lulus passing grade.

Tenaga Medis atau tenaga kesehatan, kini mengalami kasus yang serupa.

Kabupaten Belitung, khusus tenaga kesehatan semula membuka lowongan sebanyak 24 formasi dengan kuota 95 orang CPNS.

Itu untuk memenuhi kekurangan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) di RSUD H Marsidi Judono Kabupaten Belitung dan Puskesmas yang ada di Kecamatan Tanjungpandan, Selat Nasik, Badau, Membalong, serta Sijuk.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Suhandri mengatakan, mereka sejauh ini tidak bisa berbuat banyak dan hanya menunggu kebijakan dari Bupati Belitung serta Badan Kepegawaian Pelatihan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), terkait banyak peserta seleksi CPNS yang tidak lulus di Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

"Kami hanya sebatas menunggu saja sekarang. Informasi kemarin, Pak Gubernur sudah mengusulkan surat ke BKN (Badan Kepegawaian Nasional) terkait meminta meninjau ulang soal passing grade tersebut," kata Suhandri kepada Posbelitung.co, Rabu (14/11/2018).

Formasi tenaga kesehatan yang dibuka melalui seleksi formasi CPNS tersebut, memang sudah menjadi kebutuhan mendesak. Semula, formasi itu dibuka untuk mengisi berbagai kekosongan tenaga kesehatan yang ada dilingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Belitung.

"Itu memang sudah menjadi kebutuhan mendesak, makanya kemarin karena tidak ada SDM nya jadi mengambil tenaga honor," ujarnya.

Saat ini, kata Suhandri, dokter di RSUD H Marsidi Judono yang berstatus sebagai PNS hanya berjumlah 4 orang, dan 5 orang dokter berstatus kontrak. Sembilan orang itu memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat di Pulau Belitung.

Sedangkan untuk dokter spesialis, yang kini mengalami kekosongan yaitu dokter obgyn (dokter kandungan) dan dokter bedah serta dokter penyakit dalam.

"Dokter obygn itu kurang dua orang, kalau yang bedah dan penyakit dalam itu kurang satu. Kalau dokter umum itu banyak sekali yang kurang, kemarin dibuka 23 formasi, tidak ada yang lulus passing grade," ucapnya.

Termasuk, lanjut dia, kekurangan tenaga kesehatan ini juga terjadi di seluruh puskesmas di Belitung. Sebelumnya 23 orang kuota untuk dokter umum di formasi CPNS, untuk memenuhi kebutuhan di Puskesmas dan tujuh orang dokter umum di RSUD H Marsidi Judono.

"Jadi memang ini sudah menjadi kebutuhan yang mendesak. Ya mau tidak mau, sementara ini kami gunakan tenaga honor dan kontrak dulu. Itu gaji mereka menggunakan APBD, dan sudah menjadi resiko, belanja pegawai membengkak, dan resikonya anggaran buat pembangunan dikurangi untuk menutupi kebutuhan itu," pungkasnya. (*)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved