Bahar Buasan: Industri Pangan Solusi Kurangi Pengangguran di Babel

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Bahar Buasan mengatakan masalah penyerapan tenaga kerja yang terus menurun harus segera dicari solusinya

Bahar Buasan: Industri Pangan Solusi Kurangi Pengangguran di Babel
Bangka Pos
Bahar Buasan: Industri Pangan Solusi Kurangi Pengangguran di Babel 

BANGKAPOS.COM  --  Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Bahar Buasan mengatakan, masalah penyerapan tenaga kerja yang terus menurun harus segera dicari solusinya. Salah satu yang bisa dilakukan ialah dengan memperbanyak lapangan kerja di sektor pangan, yaitu pertanian dan perikanan.

Senator asal Babel ini mengatakan turunnya penyerapan tenaga kerja tiap tahun disebabkan lebih kondisi ekonomi yang tengah lesu. Hal ini bukan hanya disebabkan oleh situasi di dalam negeri, tetapi juga berlaku kondisi ekonomi global.

"Memang kondisinya karena ekonomi lesu. Bukan karena kondisi di Indonesia tapi dampak dari luar, seperti perang dagang antara Tiongkok - Amerika dan lain-lain. Itu berpengaruh pada ekonomi kita, termasuk dampak ke perdagangan dan industri," ujarnya.

Namun demikian, lanjut Bahar, bukan berarti tidak ada jalan keluar untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja ini. Hal tersebut bisa dilakukan dengan menggali potensi di sektor pangan melalui pengolahan pertanian dan perikanan.

"Masih banyak potensi lapangan kerja karena belum digali. Misalnya di sektor pangan, pertanian kelautan. Harus kita dorong, apalagi ada tema besar dunia soal krisis pangan. Ini belum intensif kita kembangkan," kata Bahar 

Bahar optimistis jika sektor pangan ini digarap secara serius, akan membuka banyak lapangan kerja sehingga mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja di dalam negeri.

"Kenapa pangan? Karena ini suatu kebutuhan primer yang diperlukan secara kontinu. Industri pengolahan pertanian ini harus dibangun. Kita di Babel masih ada masalah pangan seperti beras, gula dll. Kita punya potensi yang belum digali, saya masih optimis, potensi daerah kita masih besar‎," ujarnya.

"Apalagi saat ini mayoritas petani hanya menjual raw materil ke para tengkulak. Belum beralih bagaimana mengolah hasil pertanian itu. Maka perlu dukungan dan bimbingan juga dari pemprov maupun pemda agar petani kita bisa sejahtera dan menyerap tenaga kerja lainnya," tukasnya

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved