Penjaga Sekolah di Kampung Opas Dibekuk Lantaran Kepemilikan Sabu

Marzen (51) merupakan target operasi pihak kepolisian, yang selama ini gerak-geriknya begitu cepat mengelabui petugas.

Penjaga Sekolah di Kampung Opas Dibekuk Lantaran Kepemilikan Sabu
Ist/dok.satnarkoba polres pangkalpinang
Marzen (51), pengedar narkotika jenis sabu dibekuk satuan narkoba Polres Pangkalpinang, di kediamannya Gang Buntu, Kelurahan Opas Indah, Taman Sari, Selasa (13/11/2018) kemarin. 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ira Kurniati

BANGKAPOS.COM  - Pria paruh baya yang kesehariannya sebagai penjaga sekolah di SD yang berada di Kelurahan Opas indah, Kecamatan Taman sari, Pangkalpinang, harus berurusan dengan aparat kepolisian. Marzen dibekuk satuan narkoba Polres Pangkalpinang, lantaran kepemilikannya terhadap barang haram, yakni satu paket besar narkotika diduga jenis sabu, Selasa (13/11/2018) kemarin.

Marzen (51) merupakan target operasi pihak kepolisian, yang selama ini gerak-geriknya begitu cepat mengelabui petugas. Kepala satuan narkoba Polres Pangkalpinang, AKP Rudolf Sitorus, membeberkan kronologis penangkapan terhadap oknum ASN di Gang buntu, Kelurahan Opas Indah tersebut.

AKP Rudolf mengaku, pihaknya berulang kali mencoba melakukan penangkapan terhadap tersangka. Namun, hasilnya selalu nihil dengan dalih pelaku yang mengelak dan tak ditemukan sejumlah barang bukti. Hingga akhirnya, upaya pihak kepolisian mengungkap pengedar narkotika ini membuahkan hasil.

"Tersangka selama ini sangat licin, dan info masyarakat sering terjadi transaksi di rumah tersangka. Begitu pun juga memakai narkoba di rumah tersebut." ujar AKP Rudolf Sitorus, mewakili Kapolres Pangkalpinang, AKBP Iman Risdiono Septana, Kamis (15/11/2018) malam.

Nahasnya pada saat dilakukan penangkapan di rumah Marzen di gang buntu tersebut, petugas tak menemukan barang bukti. Marzen pun bersama personel satnarkoba dibawa ke rumah dinasnya yang berada di sekolah dasar di Kelurahan Opas. Satnarkoba menggeledah dan menemukan sejumlah narkotika jenis sabu di rumah dinas tersebut.

Akibat perbuatannya, Marzen diduga melanggar Pasal 114 (1), Pasal 112 (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dan ancaman hukuman diatas lima tahun.

Sedangkan barang bukti yang diamankan yakni satu paket besar narkotika yang diduga jenis sabu, dengan berat bruto 0,23 gram. Satu bungkus permen warna biru dan satu unit ponsel merk Nokia warna hitam.

Penulis: Ira Kurniati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved