Peran Media Dinilai Penting Dalam Pembentukan Opini, Bawaslu Minta Berimbang Pemberitaan Pemilu

Dia menilai, media sangat penting dalam pemberitaan sehingga perlu berkomunikasi dengan bawaslu untuk memberikan

Peran Media Dinilai Penting Dalam Pembentukan Opini, Bawaslu Minta Berimbang Pemberitaan Pemilu
bangkapos/nurhayati
Ketua Bawaslu Kabupaten Bangka Corri Ihsan didampingi Komisioner Bawaslu Zulkifli dan Irwandi Pasha dan KPID, KPAD dan JPPR saat RDK bersama para jurnalis, Kamis (15/11/2018) di Sekretariat Bawaslu Kabupaten Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bangka meminta agar pihak media bisa berimbang dalam melakukan pemberitaan dan memberikan pendidikan politik mengenai pelaksanaan Pemilu Tahun 2019 nanti.

Diakui Ketua Bawaslu Kabupaten Bangka, Corri Ihsan, pembentukan opini dari media sangat besar.

"Kami mengundang Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Babel dan Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Babel dan Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR) Babel dan media untuk penyamaan persepsi tentang penyiaraan pemberitaan dan iklan pemilu yang penting memberikan info berimbang dan pendidikan politik untuk masyarakat," kata Corri didampingi Komisioner Bawaslu Zulkifli dan Irwandi Pasha saat mengelar Rapat Dalam Kantor (RDK) bersama para jurnalis, Kamis (15/11/2018) di Sekretariat Bawaslu Kabupaten Bangka.

Dia menilai, media sangat penting dalam pemberitaan sehingga perlu berkomunikasi dengan bawaslu untuk memberikan hal-hal positif sebagai usaha dan ikhtiar guna menyatukan persepsi dalam pelaksanaan Pemilu 2019.

Wakil Ketua KPID Babel M Adha Al Qodri, mengatakan pihaknya dari KPID mengatur regulasi penyiaran mengenai pemberitaan dan iklan pemilu untuk di televisi dan radio agar berimbang.

Sedangkan untuk media cetak menurutnya, menjadi kewenangan dewan pers.

"Ada regulasi kapan harus penayangan iklan, tidak boleh hanya satu calon, harus ada keseimbangan. Penayangannya tidak sembarangan batasnya sampai tanggal 12 April 2019. Jika ada pelanggaran kami
akan memanggil pihak radio dan televisi," jelas Adha.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan bawaslu jika ada pelanggaran dan ada mekanisme yang mengaturnya. "Kalau ada pelanggaran kami akan mengirimkan surat 'cinta' ke pihak televisi dan radio," kata Adha.

Menurut Komisioner KPID Babel Febri Ginting di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ada sebanyak 23 penyiaran televisi dan 29 penyiaran radio.

Halaman
12
Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved