Peran Media Dinilai Penting Dalam Pembentukan Opini, Bawaslu Minta Berimbang Pemberitaan Pemilu

Dia menilai, media sangat penting dalam pemberitaan sehingga perlu berkomunikasi dengan bawaslu untuk memberikan

Peran Media Dinilai Penting Dalam Pembentukan Opini, Bawaslu Minta Berimbang Pemberitaan Pemilu
bangkapos/nurhayati
Ketua Bawaslu Kabupaten Bangka Corri Ihsan didampingi Komisioner Bawaslu Zulkifli dan Irwandi Pasha dan KPID, KPAD dan JPPR saat RDK bersama para jurnalis, Kamis (15/11/2018) di Sekretariat Bawaslu Kabupaten Bangka. 

Pihaknya sudah melakukan monitoring dan evaluasi agar berimbang dalam pemberitaan penyiaran dan iklan Pemilu.

"Untuk waktu televisi satu hari 10 spot per 30 detik dan radio 10 spot 60 detik," kata Febri.

Dia menyatakan, pihaknya tidak berwenang untuk memberikan sanksi kepada peserta pemilu karena itu kewenangan KPU dan bawaslu.

"Kami memberikan sanksi kepada lembaga penyiaran. Sanksinya bisa penghentian tayangan, pembatasan waktu dan pencabutan izin," tegas Febri Ginting.

Oleh karena itu untuk pemberitaan maupun iklan harus proporsiaonal dan berimbang. Selain itu juga untuk operasional televisi dan radio tidak boleh dibiayai peserta pemilu.

Sedangkan Ketua JPPR Babel Sapri mengatakan pihaknya bermitra dengan KPU dan melapor jika ada pelanggaran kepada bawaslu.

Menurutnya, pada tanggal 27 Maret JPPR koordinator nasional telah melakukan MoU dengan Bawaslu Republik Indonesia.

"Ada hak kami sebagai pemantau dalam pengawasan partisipatif masyarakat. Kami sudah melakukan MoU satu bulan lalu mengenai personil KPU dan Bawaslu telah bekerja semaksimal mungkin untuk meningkatkan angka partisipasi agar naik di angka 80 persen.

Untuk itu kami JPPR mewakafkan diri walau tidak digaji. Kami mendukung KPU dengan tagline pemilu damai, negara kuat," ungkap Sapri.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved