Sepak Terjang Maulan Aklil - Gagal di 2013, Jadi Orang Dekat Alex Noerdin hingga Dilantik Hari Ini

Sepak Terjang Maulan 'Molen' Aklil, Gagal di Pilwako 2013, Jadi Orang Dekat Alex Boerdin hingga Dilantik Hari Ini

Sepak Terjang Maulan Aklil - Gagal di 2013, Jadi Orang Dekat Alex Noerdin hingga Dilantik Hari Ini
Bangka Pos/ Resha Juhari
Pelantikan Maulan Alil dan M Sopian 

LANDSCAPE sebagian Kota Pangkalpinang terlihat jelas dari lantai lima sebuah hotel di Pangkalpinang, tempat Maulan Aklil (Molen), Wali Kota Pangkalpinang 2018-2023 terpilih, menginap.

Gedung-gedung tinggi, bangunan rumah yang rapat, dan lalu lintas warga ibu kota saat sore hari dapat dilihat dari kamar tersebut.

Begitulah sebagian wajah Pangkalpinang yang tampak dari kamar Molen, sosok yang akan memimpin ibukota Provinsi Babel ini selama lima tahun ke depan.

Mengenakan kaus oblong berwarna hitam, Molen menerima tim dari Bangka Pos di kamar tersebut.

Dia ditemani sejumlah orang dekatnya. "Pertama kali saya akan kuatkan internal. Saya adalah orang birokrasi, saya tahu persis. Dalam memimpin Pangkalpinang ini nanti saya tidak bisa bekerja sendiri. Saya harus punya tim, super team... mereka adalah aparatur sipil negara, mereka yang akan saya perkuat dulu, tidak ada lagi yang terkotak-kotak, pokoknya bekerja untuk masyarakat," ucap Molen sewaktu ditanyakan apa yang bakal ia lakukan pertama kali setelah dilantik sebagai Wali Kota Pangkalpinang.

Hari ini, Kamis (15/11/2018), Molen dilantik oleh Gubernur Babel Erzaldi Rosman sebagai Wali Kota Pangkalpinang 2018-2023. Pelantikannya dipercepat menjadi 15 November, sehari setelah masa jabatan Wali Kota Pangkalpinang 2013-2018 berakhir pada 14 November.

Ia sengaja menginap di hotel karena rumah di Pangkalpinang belum bisa menampung keluarga besarnya dari luar daerah yang akan hadir pada pelantikannya nanti.

Perjalanan Molen hingga akhirnya menjadi Wali Kota Pangkalpinang tak bisa dibilang sederhana.

Bagi Molen sendiri, perjalanan ini ia anggap sudah di-design oleh Tuhan. Ikhtiar untuk mengabdi bagi kampung halaman melalui jalur politik sebenarnya telah dimulai sejak Pemilhan Wali Kota Pangkalpinang tahun 2013 silam.

Saat 2013 itu, ia menjadi calon Wakil Wali Kota berpasangan dengan Saparudin alias Udinm Pasangan ini kalah dari pasangan M. Irwansyah-M. Sopian.

Lima tahun kemudian, pada Pilwako 2018, Molen kembali mencalonkan diri, kali ini sebagai calon Wali Kota.

Pada 2018, Molen berpasangan dengan mantan rivalnya pada 2013, M Sopian.

Adapun mantan pasangannya di 2013 Saparudin (Udin), justru yang menjadi rival Molen di Pilwako 2018.

Molen yang berpasangan dengan Sopian, akhirnya menang.

Molen mengatakan, Tuhan berkehendak lain saat ia gagal menjadi Wakil Wali Kota Pangkalpinang pada 2013 silam.

"Baik menurut kita, belum tentu baik menurut Allah.

Ketika saya belum jadi Wakil Wali Kota di 2013 lalu, rupanya Allah berkehendak lain, rupanya saya disuruh belajar dulu jadi Pj Bupati di OKU, saya rasa ini prosesnya.

Ketika nanti saya dilantik, itu juga baru awal ujian bagi saya, ini baru awal karier politik saya," tutur Molen.

Sudah tahu

Maulan Aklil, akrab disapa Molen, memulai karier profesionalnya sejak Maret tahun 2000 dengan menjadi CPNS di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumsel.

Di OKI, Molen mengawali karir PNS-nya dari golongan IIA (PNS tamatan SMA) dan malang melintang sebagai abdi negara di sana selama 13 tahun.

Pada 2013 ia pulang kampung dengan menjadi calon Wakil Wali Kota Pangkalpinang berpasangan dengan Saparudin (Udin), tetapi gagal.

Gagal di Pilwako Pangkalpinang 2013, ia kembali ke Provinsi Sumatera Selatan. Oleh Gubernur Sumsel Alex Noerdin saat itu, ia beberapa kali dipercaya menjabat sebagai kepala dinas hingga Pj Bupati OKU.

Hingga akhirnya, Molen kembali mencalonkan diri pada Pilwako Pangkalpinang 2018 berpasangan dengan M. Sopian, dan menang.

"Dengan bang Udin, mungkin beberapa orang bertanya-tanya, saya dan beliau tetap berteman.

Saya hormati beliau sebagai abang saya. Dalam politik ini adalah hal yang biasa, pertemananan adalah yang utama," tutur dia.

Jadi pelayan tamu
Sebuah acara syukuran pelantikan Molen-Sopian rencananya akan digelar pada Kamis (15/11/2018) malam di rumah dinas Wali Kota Pangkalpinang.

Sekitar 1500 makanan dan minuman air gula Aren disiapkandi siapkan.

Makanan VIP akan dikemas di dalam dulang.

Acara itu akan menjadi tempat keluarga, timses, dan para rekan Molen-Sopian akan berkumpul.

Uniknya, para kepala dinas akan diminta menjadi pelayan tamu pada acara tersebut.

"Di situ akan kami jamu para tamu di sana. Saya sudah minta ke Bu Sekda, konsep acara ini harus sudah berbeda dengan yang sebelum-sebelumnya.

Minumnya air gula Kabung (Aren). Makanannya yang VIP kami pakai dulang.

Hiburannya juga beda. Jadi kami mulai bikin Pangkalpinang ini beda. Penyambutannya pun beda... Seluruh kepala dinas tidak boleh duduk sebagai tamu, mereka yang melayani tamu," tutur Molen kepada Bangka Pos, Selasa (13/11/2018).

Dia menjelaskan, acara ini digelar untuk mereka yang tidak bisa hadir pada pada pelantikan Molen-Sopian di Kantor Gubernur Babel.

Sebab undangan untuk kedua Molen-Sopian anya dibatasi untuk lima puluh orang karena terbatasnya ruangan.

"Saya berbagi dengan Pak Sopian, saya 30 undangan. Itu untuk timses saja kurang. Karena itu, kami adakan syukuran pada malam harinya," ucapnya. (deq)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: teddymalaka
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved