Dahsyatnya "Matahari Buatan" China, Suhunya 6 Kali Sang Surya

Matahari buatan tersebut bisa dianggap sebagai titik penting usaha global untuk menghasilkan energi

Dahsyatnya
shutterstock
Matahari 

BANGKAPOS.COM--China kini diketahui sedang mengembangkan sebuah matahari buatan.

Pernyataan mengejutkan ini seperti rentetan rencana China untuk meluncurkan bulan buatan sebagai pengganti cahaya lampu.

Matahari buatan tersebut bisa dianggap sebagai titik penting usaha global untuk menghasilkan energi dari proses fusi nuklir.

Proses tersebut biasanya hanya terjadi dari Matahari.

Tim ilmuwan dari Institut Fisika Plasma China mengumumkan minggu ini bahwa plasma dalam proyek penelitian bernama Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST) — yang disebut 'matahari buatan' — telah mencapai 100 juta derajat Celcius.

Angka tersebut adalah suhu yang diperlukan untuk mempertahankan fusi.

Sebagai perbandingan, suhu di sekitar matahari adalah sekitar 15 juta derajat Celcius.

Itu artinya, plasma di 'matahari buatan' China ini enam kali lebih panas dari matahari sebenarnya.

Associate Professor Matthew Hole dari Australian National University mengatakan pencapaian China tersebut merupakan hal penting dalam perkembangan keilmuan fusi nuklir.

"Ini tentu saja merupakan langka penting dalam program fusi nuklir China dan juga perkembangan penting bagi dunia.' kata Dr Hole kepada ABC.

Halaman
12
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved