Polisi Gelut dengan Arpan, Selain Sabu Ditemukan juga Sajam

Upaya Satuan Reserse Narkoba Polres Bangka Selatan, menangkap Arpan, berlangsung alot.

Polisi Gelut dengan Arpan, Selain Sabu Ditemukan juga Sajam
bangka pos / Anthoni
Arpan (39) satu dari dua pengguna dan pengedar sabu yang di cokok Satuan Reserse Narkoba Polres Basel, Kamis (15/11/2018) kemarin, berdali senjata tajam yang ia bawa untuk menjaga diri 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Anthoni Ramli

BANGKAPOS.COM -- Upaya Satuan Reserse Narkoba Polres Bangka Selatan, menangkap Arpan, berlangsung alot. Terlebih pendatang asal Kabupaten OKI, Palembang Sumatera Selatan itu, terkenal licin.

Bahkan, anggota reserse narkoba sempat bergumul menghentikan upaya perlawanan dan pelarian Arpan. Tak ingin kehilangan buruan nya polisi memberikan tembakan peringatan, namun tak digubris pelaku. Alhasil polisi terpaksa melumpuhkan pelaku dengan sebutir timah panas.

Kasat Reserse Narkoba Polres Bangka Selatan, AKP Satriadi mengatakan, awal Januari 2018 lalu, pihaknya sempat mengamankan Arpan di cafe Tower, Toboali, Basel.

Namun, kala itu polisi tidak menemukan barang bukti narkoba. Arpan pun kemudian menjalani rehab jalan dan dikembalikan ke pihak keluarga.

" Anggota sempat bergulat dengan pelaku (Arpan-red). Bahkan jempol tangan anggota kami sempat bengkok. Saat bergumul saya lihat ada senjata tajam di pinggang nya, kemudian saya rebut berikan tembakan peringatan namun tidak digubris. Akhirnya kami pun mengambil tindakan tegas terukur dengan menembak kaki pelaku. Pelaku ini cukup licin, awal 2018 lalu sempat kami tangkap cuma waktu itu tidak ada barang bukti," ujar Satriadi dalam gelar perkara yang didampingi Kasubagdalops Polres Basel IPTU Yandri, di Mapolres, Kamis (16/11/2018) sore.

Arpan Berdalih Sajam untuk Jaga Diri

Arpan (39) satu dari dua pengguna dan pengedar sabu yang di cokok Satuan Reserse Narkoba Polres Basel, Kamis (15/11/2018) kemarin, berdalih senjata tajam (sajam) yang ia bawa untuk menjaga diri.

Terlebih menurut Arpan, dirinya kerap kali keluar masuk kawasan perkebunan dan lokasi Tambang Inkonvensional (TI). Apalagi belum lama ini anak Arpan juga sempat menjadi korban sabetan senjata tajam.

Namun Arpan membantah, jika dirinya kerap kali memasok dan menjajakan sabu kepada pekerja tambang di wilayah Toboali, Bangka Selatan.

" Pisau itu untuk jaga-jaga saja. Apalagi saya sering lewat dan keluar masuk hutan dan tambang. Saya juga trauma pasca kejadian anak saya kemarin, makanya pisau ini saya bawa terus," ujar Arpan kepada awak media, Jumat (16/11/2018)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved