BNPB Bekali Fasilitator Tanggulangi Bencana

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Bimbingan Teknis Fasilitator Desa Tangguh Bencana Provinsi Kepulauan Babel.

BNPB Bekali Fasilitator Tanggulangi Bencana
Bangka Pos
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Bimbingan Teknis Fasilitator Desa Tangguh Bencana Provinsi Kepulauan Babel di Ballroom Sahid Bangka, Pangkalpinang, 12-16 November 2018. 

BANGKAPOS.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Bimbingan Teknis Fasilitator Desa Tangguh Bencana Provinsi Kepulauan Babel di Ballroom Sahid Bangka, Pangkalpinang, 12-16 November 2018.

Kegiatan dibuka Deputi Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan BNPB B Wisnu Widjaja dihadiri Sekda Babel Yan Megawandi, Kasubbid Peran Masyarakat BNPB Pangarso Suryotomo, Asisten Bidang Administrasi Umum Pemprov Babel Yulizar Adnan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bangka Belitung Mikron Antariksa peserta Bimtek Fasilitator Desa Tangguh se- Bangka Belitung.

Kegiatan diikuti 150 peserta terdiri 100 desa se-Babel, karang taruna, komunitas, organisasi masyarakat, PMI, mahasiswa, 40 dari BPBD, dunia usaha, forum pengurangan risiko bencana Babel dan10 dari Universitas Lampung dan BPBD Tanggamus merupakan calon fasilitator. Sementara itu instruktur sebanyak 15 orang dari BNPB.

Deputi Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan BNPB B Wisnu Widjaja menjelaskan agar menyiapkan diri bahwa bencana bisa dicegah bahkan bisa dikurangi dampak bencananya.

Karena menurut Wisnu, 35 persen orang bisa selamat karena mampu menyelamatkan diri, sedangkan 32 persen selamat karena diselamatkan keluarga dan 28 persen diselamatkan oleh masyarakat yang ada di sekitar.

“Untuk membangun suatu bangsa atau masyarakat yang tangguh dari bencana dimulai dari individu,” ujarnya.

DikatakanWisnu bila sudah faham ancamannya seperti apa, bagaimana mengolahnya, bagaimana berinvestasi dan bagaimana melakukan pelatihan dan itu menjadi masyarakat yang tangguh.

Adapun cirinya dikemukakan Wisnu, mampu memahami dan mampu untuk mengantisipasi serta mampu melindungi diri dan mampu beradaptasi dengan ancaman tersebut.

“Untuk data-data itu ada di BNPB. Namun sampai saat ini baru melalui andorid dan tahu ancamannya itu apa,” ungkapnya.

Ditambahkan Wisnu untuk mencegah itu disiapkan melalui individu maupun hingga komunitas.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved