Tono Terkejut Lahan Miliknya Masuk Hutan Produksi, Anggota DPRD Bangka Iskandar Juga Kecewa

Kecewa dengan kondisi ini. Sangat aneh Hutan Produksi bisa masuk kebun masyarakat. Ini harus mendapat kepastian hukum

Tono Terkejut Lahan Miliknya Masuk Hutan Produksi, Anggota DPRD Bangka Iskandar Juga Kecewa
Bangka Pos/Alza Munzi
Anggota DPRD Bangka Iskandar 

Dia menyebutkan, di daerah Puding juga banyak yang mengadu padanya soal lahan warga yang masuk kawasan hutan.

"Saat kami ke Kementerian Kehutanan, Sekjen Kehutanan menjawab kondisi itu bisa terjadi karena adanya perpindahan sumsel ke Babel. Apapun itu, saya berharap KEK (kawasan ekonomi khusus) jadi momen untuk menegakkan keadilan," tegasnya.

Menurutnya, jika KEK bisa dikeluarkan dari kawasan hutan maka masyarakat juga bisa mendapatkan hak yang sama.

Dia juga menyoroti soal Hutan Lindung yang bisa ditambang, bisa bangun jalan dan fasilitas lain di Lintas Timur Airanyir.

"Itu pertanyaan saya dan masyarakat. Saya akan terus kawal masalah ini," ujar warga Airanyir ini.

Sedangkan Kepala Dinas Pertanian Bangka Kemas Arfani Rahman mengatakan ada beberapa solusi yang ditawarkan pemerintah, satu di antaranya program tanah objek reforma agraria (TORA).

Melalui TORA itu, masyarakat bisa memanfaatkan lahan yang berada di kawasan hutan dengan syarat dan aturan yang telah ditetapkan.

"Bisa melalui mekanisme itu dengan leading sektor BPN. Bagi yang terlanjur ada surat camat, dimusyawarahkan dulu. Sekarang ini ada 4 SK Kementerian Kehutanan terkait penetapan kawasan hutan. Ada SK 310, SK 410 dan SK 798 serta satu lagi saya lupa. Kalau SK 798 itu terbit pada 2012. SK 410 terbit 2009 oleh Menteri Kehutanan," jelas Kemas Arfani.

Menyangkut lahan warga dengan surat camat, Arfani menyatakan bisa dikelola dan dimanfaatkan.

"Tetapi tidak bisa balik nama. Misalnya, saya beli tanah milik warga di kawasan Hutan Produksi, tidak bisa berganti nama saya di suratnya. Lahan itu bisa dimanfaatkan asal jangan tanam sawit dan tambang," kata Kemas Arfani.(*)

Penulis: Alza Munzi
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved