CPNS 2018

Modus Penipu Janjikan Honorer Diangkat CPNS, Admin BKNgoid Sebut Sudah Ada yang Ditangkap

Modus Penipu Janjikan Honorer Diangkat CPNS, Admin BKNgoid Sebut Sudah Ada yang Ditangkap

Modus Penipu Janjikan Honorer Diangkat CPNS, Admin BKNgoid Sebut Sudah Ada yang Ditangkap
BKN
Pengintaian pada Komplotan Penipuan Seleksi Penerimaan CPNS 2018 

BANGKAPOS.COM -- Para honorer atau siapapun jangan langsung percaya apabila dijanjikan oleh orang lain untuk diangkat menjadi CPNS. Modus penipuan seperti rentan terjadi jelang penerimaan CPNS 2018.

Badan Kepegawaian Negara (BKN) bersama Polres Sumedang pernah mengungkap komplotan penipu seleksi penerimaan CPNS 2018.

Hal ini diungkapkan oleh Admin Twitter @BKNgoid, Sabtu (17/11/2018) malam.

Admin mengungkapkan janji penangkatan sebagai CPNS pada honorer.

"Betul, penipu honorer dg menjanjikan diangkat sbg CPNS. Mimin melihat lgs proses penangkapan, hasil kerma dg Polres Sumedang.

Mulai skrg, jgn mau tertipu oleh LAKRI atau kelompok lain. Jadi CPNS hrs melalui SKD-SKB, prosesnya gratis & tidak sembunyi2," cuitnya.

Kejadian tersebut sempat diberitakan Tribunnews.com pada 1 Maret 2018.

Pada berita itu BKN bersama jajaran Polres Sumedang dan Polsek Jatinangor meringkus komplotan penipu seleksi penerimaan CPNS 2018.

Penangkapan kompoltan penipuan yang dibungkus dengan kegiatan lokakarya itu dilakukan setelah melakukan pengintaian selama 2 hari.

Tim BKN yang terdiri dari Humas BKN dan Kantor Regional (Kanreg) BKN III Bandung bergerak setelah mendapat laporan masyarakat.

Pasca mengadukan secara resmi dugaan penipuan dan pencemaran nama baik atas nama BKN, Plh. Kakanreg BKN Bandung Usman langsung menerjunkan pejabat dan stafnya untuk mengumpulkan bukti lebih lanjut bersama tim Reskrim Polres Sumedang dan Polsek Jatinangor.

Kasat Reskrim Polres Sumedang AKP Dede Iskandar waktu itu menjelaskan, komplotan yang setidaknya terdiri dari 5 orang ditangkap di 2 lokasi yang berbeda di Jatinangor.

“Dari mereka kami menyita dokumen, laptop, EDC BRI, HP, dan beberapa barang lain. Kasus ini akan kami kembangkan lebih lanjut untuk memburu otak pelaku”, ujar AKP Dede seperti dikutip dari laman BKN.go.id, Kamis (1/3/2018).

Kapolres Sumedang AKBP Hari Brata yang menyambangi TKP meminta agar tim Polres bertindak cepat agar komplotan ini dapat segera dibekuk dengan harapan tidak ada lagi korban. 

Hari menambahkan bahwa tercatat lebih dari 60 orang berasal dari berbagai daerah di Indonesia yang menjadi korban. (*)

Editor: teddymalaka
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved