Angka Kematian Ibu, Bayi dan Balita di Kota Pangkalpinang Masih Tinggi

Pelayanan kesehatan dapat terlihat dari tinginya angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), serta angka kematian balita (AKABA)

Angka Kematian Ibu, Bayi dan Balita di Kota Pangkalpinang Masih Tinggi
bangkapos/edwardi
Wali kota Pangkalpinang H Maulan Aklil saat memberikan sambutan di sidang paripurna istimewa DPRD Kota Pangkalpinang, Senin (19/11/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM -- Wali Kota Pangkalpinang, H Maulan Aklil mengakui saat ini pelaksanaan pelayanan kesehatan dan pendidikan di Kota Pangkalpinang belum optimal.

"Pelayanan kesehatan dapat terlihat dari tinginya angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), serta angka kematian balita (AKABA). AKl tahun 2016 sebesar 12,65 per 100.000 KH, AKB dan AKABA sebesar 6,33 per 1.000 KH," ungkap Molen, sapaan akrabnya saat memberikan sambutan di sidang paripurna istimewa DPRD Kota Pangkalpinang, Senin (19/11/2018).

Sementara untuk pelayanan pendidikan, tingkat partisipasi masyarakat untuk bersekolah masih kurang optimal.

"Hal ini masih perlu ditingkatkannya Angka Partisipasi Murni (APM) khususnya jenjang pendidikan SD/MI dan SMP/MTs. APM Kota Pangkalpinang tahun 2015 untuk kedua jenjang pendidikan ini masih perlu ditingkatkannya di antara kabupaten lain di Bangka Belitung," harapnya.

Kondisi lingkungan hidup dan infrastruktur yang belum optimal. Padahal Pulau Bangka adalah wilayah penghasil pasir timah yang cukup besar.

"Aktifitas penambangan yang kurang memperhatikan kelestarian Iingkungan berdampak pada seringnya Kota Pangkalpinang dilanda banjir," tukasnya.

Penulis: edwardi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved