'Dokter Neraka' Pasukan Marinir TNI AL Mengobati Korban Terluka di Tengah Hujan Peluru

Personel Korps Marinir merupakan prajurit tempur yang dilatih untuk melakukan misi khusus militer

'Dokter Neraka' Pasukan Marinir TNI AL Mengobati Korban Terluka di Tengah Hujan Peluru
AFP PHOTO / SONNY TUMBELAKA
Pasukan elite TNI AL, Komando Pasukan Katak (Kopaska), dalam upacara persiapan pengamanan APEC Summit di Bali, 26 September 2013. 

BANGKAPOS.COM - Personel Korps Marinir merupakan prajurit tempur yang dilatih untuk melakukan misi khusus militer, baik di kapal perang atau pendaratan di pantai musuh dalam satu operasi pertempuran laut.

Pada mulanya, Korps Marinir TNI Angkatan Laut dibentuk dengan tujuan utama sebagai wadah para prajurit darat (land soldier) yang bertugas di kapal perang.

Pasukan marinir TNI AL adalah tenaga inti yang dapat menyerbu kapal lain atau wilayah musuh di daratan. Itu sebabnya pasukan ini disebut pasukan amfibi dan pasukan pendarat.

Baca: TNI AU Pernah Dibesarkan oleh Negara yang Pernah Menjajah Indonesia

Korps ini terbentuk pada 15 November 1945, dengan nama awal Korps Armada IV Tegal.

Kemudian, pada 15 November 1975, korps ini sempat berganti nama menjadi Korps Komando (KKO) AL, hingga akhirnya menjadi Korps Marinir.

Satuan ini memiliki slogan "Jalesu Bhumyamca Jayamahe" yang berarti di laut dan di darat kita jaya.

Setiap prajurit yang ada dalam Korps Marinir memiliki spesifikasi khusus. Mereka digembleng mengenai dasar-dasar Marinir beserta pendaratan amfibi.

Tak hanya prajurit tempur saja, Korps Marinir juga memiliki prajurit kesehatan Marinir. Prajurit kesehatan ada di setiap gerakan pasukan.

Dalam satuan kecil sekurangnya ada satu tamtama atau bintara kesehatan yang ikut bertempur dan membawa perlengkapan obat.

Saat pertempuran, biasanya yang dijadikan sasaran lawan adalah prajurit yang membawa radio komunikasi dan prajurit kesehatan, Di Korps Marinir, prajurit kesehatan memiliki ciri khusus, di lengan bajunya menyandang lambang Palang Merah, penanda dia menjalankan tugas medis meski membawa senjata.

Baca: Kisah Heroik Bapak TNI AU Marsekal Suryadi Suryadarma Tenggelamkan Kapal Perang Belanda

Korps Marinir TNI Angkatan Laut
Korps Marinir TNI Angkatan Laut (Tribunnews.com)
Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved