Grebek Maulud hingga Panjang Jimat, Inilah 9 Tradisi Unik Sambut Maulid Nabi Muhammad SAW

Dalam menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad SAW tersebut, beberapa daerah di Indonesia akan menggelar tradisi unik.

Grebek Maulud hingga Panjang Jimat, Inilah 9 Tradisi Unik Sambut Maulid Nabi Muhammad SAW
Tribunnews.com
Tradisi Baayun Maulid di Banjarmasin 

BANGKAPOS.COM - Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2018 akan diperingati pada Selasa (20/11/2018) besok.

Dalam menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad SAW tersebut, beberapa daerah di Indonesia akan menggelar tradisi unik.

Berikut adalah sembilan tradisi unik dalam menyambut Maulid Nabi Muhammad, seperti TribunJogja.com lansir dari berbagai sumber:

1. Grebek Maulud (Yogyakarta)

Grebek Maulud adalah puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan di Yogyakarta.

Pada upacara puncak ini, sebanyak tujuh gunungan akan dikeluarkan dari Keraton untuk dibawa ke Masjid Gede, Kepatihan dan Puro Pakualaman.

Baca: Maulid Nabi Muhammad SAW - 12 Peristiwa Mengagumkan Jelang Kelahiran Nabi Muhammad

Abdi Dalem Kertaon Yogyakarta menyelesaikan proses pembuatan gunungan untuk Grebeg Sekaten di kawasan bangsal Magangan, komplek Keraton Yogyakarta, Senin (19/11/2018). Gunungan yang berisi makanan serta hasil bumi tersebut akan dibagikan pada puncak perayaan Sekaten yaitu pada Grebeg Sekaten yang akan dilaksanakan pada Rabu (21/11/2018) mendatang.
Abdi Dalem Keraton Yogyakarta menyelesaikan proses pembuatan gunungan untuk Grebeg Sekaten di kawasan bangsal Magangan, komplek Keraton Yogyakarta, Senin (19/11/2018). Gunungan yang berisi makanan serta hasil bumi tersebut akan dibagikan pada puncak perayaan Sekaten yaitu pada Grebeg Sekaten yang akan dilaksanakan pada Rabu (21/11/2018) mendatang. (Tribun Jogja/ Hasan Sakri Ghozali)

Tujuh gunungan itu terdiri dari Gunungan Putri, Kakung, Darat, Gepak dan Gunungan Pawuhan.

Nantinya, isi gunungan itu akan diperebutkan oleh masyarakat yang telah menanti.

2. Ngalungsur Pusaka (Garut, Jawa Barat)

Di Garut, Jawa Barat, Maulid Nabi Muhammad disambut dengan upacara Ngalungsur, yaitu ritual untuk membersihkan atau menyucikan benda-benda pusaka peninggalan Sunan Rohmat (Sunan Godog/Kian Santang).

Setelah disucikan dengan air bunga, benda pusaka kemudian akan digosok dengan minyak wangi, agar tetap wangi dan tidak berkarat.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved