Indentitas Daerah, Bambang Patijaya Ajak Warga Tetap Jaga Adat Istiadat Asli Bangka Belitung

Meski besarnya peluang untuk meningkatkan bisnis di sektor pariwisata, bukan berarti para wisatawan asing maupun

Indentitas Daerah, Bambang Patijaya Ajak Warga Tetap Jaga Adat Istiadat Asli Bangka Belitung
Bangkapos
Indentitas Daerah, Bambang Patijaya Ajak Warga Tetap Jaga Adat Istiadat Asli Bangka Belitung 

BANGKAPOS.COM--Ketua Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Bambang Patijaya, mengajak masyarakat untuk tetap menjaga adat istiadat di tengah gempuran industri wisata.

Sebab, adat Babel merupakan identitas daerah yang harus dijaga.

Meski besarnya peluang untuk meningkatkan bisnis di sektor pariwisata, bukan berarti para wisatawan asing maupun lokal bisa semaunya saat berlibur ke Babel, tetapi harus tetap mengikuti adat istiadat yang berlaku di Babel.

Bambang Patijaya Ajak Pemuda Babel Belajar Bahasa Internasional Agar Berdaya Saing Global
Bambang Patijaya Ajak Pemuda Babel Belajar Bahasa Internasional Agar Berdaya Saing Global (Bangkapos)

Hal tersebut disampaikan Bambang saat menjadi pembicara dalam seminar Nasional "Language and Literature In Society and Tourism" dalam rangka Week Of Literature 2018, Sastra Inggris FISIP Universitas Bangka Belitung (UBB), di UBB, Sabtu (17/11/2018).

"Memang benar kita harus menangkap peluang itu (bisnis pariwisata) karena mereka datang bawa uang.

Tapi harus diingat mereka juga harus menaati norma-norma, adat, dan budaya yang ada," ujarnya.

"Jangan sampai nanti wisatawan asing atau lokal datang ke sini berlibur ke Babel semau-maunya, seperti tidak ada aturan," tambah Bambang.

Berbicara soal peluang bisnis pariwisata, pemerintah berencana mendongkrak sektor pariwisata dengan memperbanyak kemudahan visa, sebagai salah satu syarat wisatawan asing masuk ke Indonesia.

Sehingga target 20 juta wisatawan berlibur ke Indonesia pada 2019 bisa tercapai.

"Pada 2014 Indonesia sediakan 15 negara yang visanya bebas urus ke Indonesia. Saat ini jadi ada 196 negara di dunia turis boleh masuk ke Indonesia tanpa urus visa," papar Bambang.

"Kalau dahulu untuk turis bisa ke Indonesia harus urus visa dulu ke kedutaan Indonesua di negara mereka.

Sekarang untuk mendongkrak pariwisata untuk mengejar angka pada 2019 nanti kita ada sekitar 20 juta wisatawan mancanegara diberikanlah visa pada 196 negara," pungkasnya.(*)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved