Inilah Sosok Putri Leonor Pewaris Takhta dan Ratu Masa Depan Kerajaan Spanyol

Di Spanyol, sorotan mengarah kepada seorang gadis cilik yang kelak akan memegang gelar ratu, Putri Leonor.

Inilah Sosok Putri Leonor Pewaris Takhta dan Ratu Masa Depan Kerajaan Spanyol
AFP/Oscar Del Pozo via Kompas.com
PEWARIS takhta kerajaan Spanyol, Putri Leonor (kanan), membaca Konstitusi Spanyol didampingi ayahnya, Raja Felipe VI, di Cervantes Institute di Madrid, pada 31 Oktober 2018. 

BANGKAPOS.COM--Selama ini Kerajaan Inggris kerap memenuhi pemberitaan di berbagai media. Mulai dari pernikahan sampai segala tingkah laku anggota kerajaan. 

Di Spanyol, sorotan mengarah kepada seorang gadis cilik yang kelak akan memegang gelar ratu, Putri Leonor.

Putri Leonor lahir pada 31 Oktober 2005 di Ruber International Clinic di Madrid melalui proses caesar. Kemudian, dia dibaptis beberapa hari kemudian di Istana Zarzuela.

Kini, Putri Leonor memiliki beberapa gelar selain Putri Asturias, yaitu Countess of Cervera, Duchess of Montblanc, Lady of Balaguer, dan Putri Viana dan Girona.

Raja Felipe VI begitu bangga ketika melihat anak sulungnya itu melangkahkan kaki ke podium beberapa waktu lalu. Putri Leonor menyampaikan pidato pertamanya di depan publik pada perayaan 40 tahun Konstitusi Spanyol, yang juga bertepatan pada hari ulang tahunnya.

Dia membacakan pasal pertama dari 169 pasal Carta Magna yang disetujui oleh Parlemen Spanyol pada 1978.

"Spanyol didirikan sebagai negara sosial dan demokratis, tunduk pada supremasi hukum," ucapnya.

Raja Felipe terlihat bahagia menyaksikan putrinya, begitu pula dengan Ratu Letizia, dan adik Putri Leonor, Putri Sofia.

Baca: Pendapat Ustaz Abdul Somad Soal Perayaan Maulid Nabi, Doa dan Amalan yang Baik

Raja Felipe juga menyampaikan pidato pertamanya sebagai Pangeran Asturias pada 1981, ketika dia berusia 13 tahun. Namun, Putri Leonor bukan ayahnya. Dia tidak dilahirkan di bawah kediktatoran, dan keadaan politik serta sosial telah berubah.

Tidak ada wajib militer, partai politik bahkan mempertanyakan monarki, dan pangeran tidak lagi wajib menikahi putri.

Halaman
12
Editor: zulkodri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved