Remigo Yolando Berutu Bupati Kaya Raya di Kabupaten Miskin yang Terlibat Suap dan Dicokok KPK

Remigo Yolando Berutu jadi tersangka kasus suap terkait Pelaksanaan Proyek-Proyek di Dinas Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat.

Remigo Yolando Berutu Bupati Kaya Raya di Kabupaten Miskin yang Terlibat Suap dan Dicokok KPK
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Bupati Pakpak Bharat, Sumatera Utara Remigo Yolanda Berutu (tengah) digiring petugas untuk menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (18/11/2018). KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Pakpak Bharatnterkait dugaan suap proyek Dinas PUPR di Kabupaten Pakpak Bharat. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA -  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menetapkan Bupati Pakpak Bharat, Provinsi Sumatera Utara, Remigo Yolando Berutu sebagai tersangka kasus suap terkait Pelaksanaan Proyek-Proyek di Dinas Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat tahun anggaran 2018.

Sosok Remigo Yolando Berutu pun menjadi pusat perhatian. Siapa sebenarnya dia?

Dilansir dari Tribunnews.com, Remigo Yolando Berutu terbilang politisi berusia relatif muda, 49 tahun. Ia lahir di Medan, 6 September 1969.

Pada usia 38 tahun, tahun 2007, Remigo Yolando Berutu sudah menjadi wakil bupati, dan tiga tahun kemudian, menduduki jabat bergengsi, bupati/kepala daerah.

Remigo berada dan lingkungan keluarga yang kental praktik-praktik politik. Sebelum menjadi bupati pada Pilkada 2010, dan periode kedua pilkada 2015-2020, Remigo adalah wakil bupati Pakpak Bharat.

Ia naik menjadi wakil bupati, boleh dibilang, duduk secara tidak sengaja.

Bupati pertama hasil Pilkada 2005, yakni Muger Hery Immanuel Berutu meninggal setelah dua tahun menjabat.

Remigo menggantikan bupati pertama hasil pilkada Pakpak Bharat, Immanuel Berutu, abangnya, yang meninggal dunia akibat serangan jantung, Jumat 27 April 2007.

Sesuai prosedur dalam kepala daerah, Makmur Berasa, Wakil Bupati pasangan Immanuel Berutu pada Pilkada, naik status menjadi bupati.

Selanjutnya, Remigo Yolando Berutu, adik Imannuel, ditunjuk bupati definitif dan disahkan DPRD setempat untuk menjadi wakil bupati.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved