Sosok dan Karir Dufi di Sejumlah Perusahaan Media Sebelum Jasadnya Ditemukan di Dalam Drum

Sebelum meninggal Dufi lama berkarier di sejumlah perusahaan media. Ia memiliki usaha di bidang periklanan.

Sosok dan Karir Dufi di Sejumlah Perusahaan Media Sebelum Jasadnya Ditemukan di Dalam Drum
Tribunnews.com/Vincentius Jyestha
Suasana prosesi pemakaman almarhum Dufi, pria yang ditemukan tewas dalam drum plastik biru, di TPU Budi Dharma, Semper, Jakarta Utara, Senin (19/11/2018). 

BANGKAPOS.COM, BOGOR - Penemuan mayat di dalam tong plastik warna biru sempat menggemparkan warga di wilayah Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Identitas mayat tersebut berhasil diungkapkan oleh polisi, yakni Abdullah Fihtri Setiawan alias Dufi berusia 43 tahun.

Sebelum meninggal Dufi lama berkarier di sejumlah perusahaan media. Ia memiliki usaha di bidang periklanan.

Muhammad Ali Ramdoni atau Doni (35) menceritakan awal mula karier kakaknya di media sebagai wartawan media cetak.

Dufi mengenyam pendidikan sarjana di Universitas Muhammadiyah Jakarta.

"Dia itu lulusan SMAN 13. Terus kuliah di Universitas Muhammadiyah Jakarta. Awalnya bekerja di Harian Rakyat Merdeka. Terus dia juga sempat di Indopos," kata Doni di sela pemakaman Dufi di TPU Semper, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (19/11/2018).

Setelah melepas profesi sebagai wartawan, Dufi memutuskan untuk mencoba bekerja sebagai staf marketing di dua perusahaan media elektronik ternama.

"Kemudian beliau mencoba keberuntungannya dunia di televisi. Awalnya staf marketing di Berita Satu kemudian juga sempat staf marketing juga di iNews TV," beber Doni.

Beberapa tahun terakhir karier Dufi beranjak sebagai staf khusus Ketua Dewan Pengawas TVRI Arief Hidayat Thamrin.

Dufi menyempatkan mencari keuntungan sampingan dengan bekerja sebagai tenaga lepas di TV Muhammadiyah.

Selain bekerja di perusahaan media, Dufi juga membuka usaha periklanan dengan nama PT Cahaya Gemilang. Sang adik melihat Dufi kreatif dan gemar membuka peluang.

"Untuk menambah bukan sekadar kerja tapi membuka usaha. Dari dulu memang begitu, orangnya kreatif semenjak mulai di Indopos, Inews, beliau orangnya kreatif, suka membuka peluang," beber Doni.

Baca: Dokter Neraka Pasukan Marinir TNI AL Mengobati Korban Terluka di Tengah Hujan Peluru

Dufi anak kelima dari delapan bersaudara. Almarhum wafat dengan meninggalkan seorang istri bernama Bayu Yuniarti enam orang anaknya yang berusia paling tua 17 tahun dan paling muda enam tahun.

Mayat Dufi setelah ditemukan warga lalu polisi bawa Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk diautopsi. Ada luka akibat senjata tajam di leher dan punggung Dufi. (Tribunjakarta.com/Gerald Leonardo Agustino)

Berita ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul: Sederet Karier Dufi di Perusahaan Media Sebelum Ditemukan Tewas di Bogor

Jenazah Dufi Dimakamkan Satu Liang Kubur dengan Sang Ayah Atas Kesepakatan Keluarga
Jenazah Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi, dimakamkan dalam satu liang kubur yang sama dengan sang ayah, yakni almarhum Zain Rasihun.

Diketahui, Dufi merupakan pria yang ditemukan tewas dalam drum plastik berwarna biru di Kawasan Industri Kembang Kuning, Kecamatan Klapanunggal, Bogor, Jawa Barat, Minggu (18/11) kemarin.

Lokasi pemakaman Dufi sendiri bertempat di TPU Budi Dharma, Semper, Jakarta Utara, dan dilaksanakan pada Senin (19/11).

Keputusan dimakamkannya Dufi di liang kubur yang sama dengan sang ayah adalah keputusan dari pihak keluarga.

"Hasil keputusan musyawarah dengan keluarga supaya ini kan satu lubang dengan almarhum bapak," ujar Muhammad Ali Ramdoni, adik kandung Dufi, di TPU Budi Dharma, Semper, Jakarta Utara, Senin (19/11/2018).

Baca: Media Asing Soroti 3 Keputusan Kontroversial Pelatih Timnas Indonesia Bima Sakti di Piala AFF 2018

Doni, begitu ia biasa disapa, sempat menawarkan kepada istri almarhum apakah ingin dikuburkan bersama sang mertua di daerah Pulo Gebang.

Namun, opsi yang dipilih adalah bersama sang ayah almarhum karena lokasinya berdekatan dengan kediaman keluarga Dufi di daerah Lagoa, Koja, Jakarta Utara.

"Kami sempat tawarkan apakah mau disatukan dengan almarhum mertua yang dikubur di Pulo Gebang atau sama bapaknya. Akhirnya kesepakatan dikuburkan satu lubang sama bapaknya," jelasnya.

"Jadi supaya memudahkan kami untuk ziarah, kalau dipisah-pisah nanti juga istrinya agak repot ya," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, mayat dalam drum ditemukan dalam kondisi mengenaskan  di Klapanunggal, Bogor pada Minggu (18/11/2018) pagi.

Baca: Maulid Nabi Muhammad SAW - 12 Peristiwa Mengagumkan Jelang Kelahiran Nabi Muhammad

Jenazah yang akhirnya diketahui sebagai Dufi itu dibawa ke RS Polri untuk diidentifikasi dan diotopsi oleh kepolisian. Dari hasil otopsi, polisi mendapati luka akibat senjata tajam di bagian leher dan punggung Dufi.

"Sementara ada luka karena senjata tajam, di bagian leher dan punggung. Perkiraan usianya sekitar 30 sampai 60 tahun," ujar Kepala Forensik RS Polri, Kombes Edy Purnomo, Minggu (18/11/2018). (Tribunnews.com/ Vincentius Jyestha Candraditya)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jenazah Dufi Dimakamkan Satu Liang Kubur dengan Sang Ayah Atas Kesepakatan Keluarga
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved