Sosok Kombes Pol Lisda Cancer, Dokter Wanita yang Berhasil Identifikasi Korban Lion Air PK-LQP

Keberadaan Kombes Polisi Lisda Cancer menjadi salah satu "buruan" wartawan saat tragedi maut Pesawat Lion Air PK-LQP terjadi beberaa ppekan lalu.

Sosok Kombes Pol Lisda Cancer, Dokter Wanita yang Berhasil Identifikasi Korban Lion Air PK-LQP
TRIBUNJAKARTA.COM/NAWIR ARSYAD AKBA
Kepala Bidang Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri Kombes (Pol) Lisda Cancer, di Rumah Sakit Bhayangkara I R. Said Sukanto (RS Polri), Jakarta Timur, Kamis (1/11/2018). 

BANGKAPOS.COM -  Keberadaan Kombes Polisi Lisda Cancer menjadi salah satu "buruan" wartawan saat tragedi maut Pesawat Lion Air PK-LQP terjadi beberapa pekan lalu. 

Walaupun hingga larut malam, para awak media tetep setia menunggu informasi terkini yang disampaikan wanita yang tahun ini genap berusia 50 tahun itu.

Mengenakan atribut lengkap di seragam nya, Lisda yang satu-satu nya perempuan saat konferensi pres berlangsung, sigap memberikan memberikan meteri. 

"Terimakasih teman-teman media masih setia menunggu informasi dari kami," ujar Lisda setiap kali mengawali konferensi pres nya. 

Namun siapa sangka lulusan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Indonesia ini tertarik bergabung dengan kepolisian lantaran seniornya di Resimen Mahasiswa (Menwa) banyak yang menjadi anggota TNI dan Polri. 

Karna terispirasi seniornya itu, Lisda pun akhirnya memutuskan untuk mengikuti sekolah perwira selepas lulus FKG tahun 1994. 

"Setelah itu saya masuk pendidikan polisi, pendidikan polisi sembilan bulan ya, penempatan pertamanya di sekolah polisi wanita dari 95 - 2003, lalu 2003 saya pendidikan sekolah lanjutan perwira, terus sampai 2004," cerita Lisda, saat ditemui Tribunnews.com, beberapa waktu lalu. 

Baru lah di tahun 2004 ibu dari tiga orang anak ini bergabung ke Pusdokkes Polri di bidang Kedokteran Polisian dan bargabung di tim forensik Polri. 

Awal karir dirinya di forensik pun terbilang cukup berat, ditahun pertama bekerja Ia sudah menangani kasus pengeboman Kedutaan Australia 2004 silam. 

Berselang lima tahun tepatnya tahun 2009, perempuan kelahiran 1968 ini juga terlibat dalam tim yang mengindentifikasi pelaku bom JW Mariot dan Ritz Carlton. 

Halaman
123
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved