Aktivitas Tambang Rajuk di Merbuk dan Kenari Kembali Ditertibkan Jajaran Polres Bateng

Jajaran Polres Bangka Tengah bersama Polsek Koba, kembali melaksanakan penertiban tambang Inkonvensional (TI) rajuk

Aktivitas Tambang Rajuk di Merbuk dan Kenari Kembali Ditertibkan Jajaran Polres Bateng
Bangka Pos / Riki Pratama
Jajaran Polres Bangka Tengah bersama Polsek Koba, kembali melaksanakan penertiban tambang Inkonvensional (TI) rajuk, yang beroperasi di kolong Merbuk dan Kenari lokasi tambang eks PT Kobatin, di Kecamatan Koba, Senin (20/11/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Jajaran Polres Bangka Tengah bersama Polsek Koba, kembali melaksanakan penertiban tambang Inkonvensional (TI) rajuk, yang beroperasi di kolong Merbuk dan Kenari lokasi eks tambang PT Kobatin, di Kecamatan Koba, Senin (20/11/2018).

Penertiban langsung dipimpin Waka Polres Bangka Tengah, Kompol Efendi Sugiarto, bersama Kabag Ops Kompol Sarwo Edi Wibowo, dan puluhan personil gabungan dari Polsek Koba dan Sat Pol PP Bateng.

Sebanyak 30 front TI yang beroperasi ditertibkan oleh anggota Polres.

Kabag Ops Polres Bangka Tengah, Kompol Saro Edi Wibowo, menjelaskan bahwa tujuan penertiban ini atas antensi dari kapolres, agar lokasi tambang di Merbuk dan Kenari kosong dari para penambang.

"Tidak ada lagi penambang, kerena sudah beberapa kali diingatkan, kita harapkan dengan adanya penertiban ini tidak ada lagi aktivitas tambang Inkonvensional di wilayah ini,"jelas Kabag Ops kepada wartawan, Selasa (20/11/2018)

Ia menambahkan bahwa, pada saat penertiban merupakan batas akhir untuk membongkar ponton-ponton dan mengosongkan kolong yang mereka tambang.

Senada, Waka Polres Bateng Kompol Efendi Sugiarto, mengatakan penertiban dilakukan secara persuasif, tetapi bilamana masih membandel akan dilakukan tindakan dan proses hukum.

"Untuk kedepannya tidak ada lagi toleransi bila meraka masih membandel akan kita proses, karena sudah diberikan waktu selama satu Minggu untuk membongkarnya, kalau mereka masih membandel akan kita proses hukum," katanya

Ia berharap para penambang untuk tidak melakukan lagi penambangan di kolong tersebut, selain melanggar hukum, juga saat ini masuk musim hujan yang di takutkan kedepannya bisa mengakibatkan bencana banjir.(*)

Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved