Dinkes Babel Ajak Ibu Berikan ASI Eksklusif dan Terapkan IMD

Dinas Kesehatan Bangka Belitung menggelar seminar dalam rangkaian kegiatan Pekan ASI Sedunia Tahun 2018.

Dinkes Babel Ajak Ibu Berikan ASI  Eksklusif dan Terapkan IMD
Bangka Pos
Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar seminar dalam rangkaian kegiatan Pekan ASI (Air Susu Ibu) Sedunia Tahun 2018. 

BANGKAPOS.COM - Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar seminar dalam rangkaian kegiatan Pekan ASI (Air Susu Ibu) Sedunia Tahun 2018.
Seminar ini mengusung tema ‘Menyusui Sebagai Dasar Kehidupan’.

Acara yang dibuka Gubernur Kepulauan Bangka Belitung diwakili Asisten I Pemprov Babel Yulizar Adnan berlangsung di Ballroom Hotel Bangka City Pangkalpinang, Senin (19/11).

Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinkes Babel drg. Mulyono Susanto, Ketua Tim Penggerak PKK Babel Hj Melati Erzaldi, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pangkalpinang Monica Maulan Aklil, Ibu Bhayangkari, organisasi perempuan, profesi kesehatan, organisasi perangkat daerah lingkup Pemprov Kepulauan Bangka Belitung, yang menghadirkan pembicara dari Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia Bangka Belitung dan dr Utami Roesli, SpA., IBCLC., FABM, Founder Sentra Laktasi Indonesia dan juga sebagai Dokter Anak Senior di RS. St Carolus Jakarta.

Yulizar mengatakan bahwa program pembangunan kesehatan harus berdasarkan kemitraan dan sinergisme yang dinamis dan tata penyelenggaraan yang baik. Sehingga secara berhasil guna akan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat serta lingkungannya.

Apalagi menurut Yulizar pentingnya mengkampanyekan Air Susu Ibu sebagai bagian penting dalam perlindungan promosi dan dukungan menyusui serta penurunan stunting.

“Hal ini untuk meningkatkan kesadaran pentingnya ASI bagi bayi dan diperlukan dukungan bagi ibu dalam mencapai keberhasilan menyusui bayinya,” ujarnya.

Dijelaskan Yulizar, setiap tahun pekan ASI dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran setiap pihak tentang pentingnya ASI bagi bayi.

“ASI eksklusif memiliki kontribusi yang besar terhadap tumbuh kembang dan daya tahan tubuh anak,” jelas Yulizar.
 

Anak yang diberi ASI eksklusif akan tumbuh dan berkembang secara optimal dan tidak mudah sakit.

“Menyusui eksklusif menurunkan angka kematian karena infeksi sebanyak 88 persen pada bayi usia kurang dari tiga bulan dan sebanyak 31 persen anak sakit karena tidak menerima ASI eksklusif,” ungkapnya.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved