Pemprov Babel Bentuk Tim Pendampingan Bagi Keluarga Korban Lion Air JT 610

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membentuk tim untuk memberikan pendampingan bagi keluarga korban Lion Air PK LQP

Pemprov Babel Bentuk Tim Pendampingan Bagi Keluarga Korban Lion Air JT 610
Bangka Pos / Krisyanidayati.
Rapat Keluarga Korban Lion Air JT 610 dengan Forkompinda dan Lion Air yang difasilitasi oleh DPRD Babel, di ruang rapat Banggar DPRD Babel, Rabu (21/11/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membentuk tim untuk memberikan pendampingan bagi keluarga korban Lion Air PK LQP dengan nomor penerbangan JT 610 khususnya yang ada di Babel.

Sekda Babel, Yan Megawandi mengatakan tim ini nantinya akan membantu keluarga korban dalam hal fasilitasi, apa yang menjadi kendala dan kesulitan yang dihadapi ataupun aspirasi dari keluarga korban.

Ia menunjuk Kepala BPBD Babel, Mikron Antariksa sebagai ketua. Dalam tim yang terdiri dari biro hukum, dinas perhubungan, dinas Pemberdayaan Perempuan kependudukan pencatatan sipil dan keluarga berencana, dinas kesehatan dan dimungkinkan akan bertambah sesuai dengan kebutuhan.

"Kita mendampingi keluarga korban, yang pada prinsipnya akan berusaha memaksimalkan mungkin mengurangi beban keluarga, sepanjang itu menjadi wewenang provinsi. Sore ini kami bentuk tim, dan nanti akan kami buat draft surat sesuai apa yang menjadi aspirasi keluarga korban," kata Yan, usai rapat bersama dengan keluarga korban di ruang Banggar DPRD Babel, Rabu (21/11/2018).

Adanya tim ini, untuk mempermudah koordinasi dan pola pendampingan bagi keluarga korban. Sehingga, kedepannya tidak ada yang memanfaatkan ini untuk kepentingan tertentu. Keluarga korban juga tidak kebingungan untuk mendapatkan informasi.

"Kita bentuk forum komunikasi keluarga kobran Lion khusus Babel, supaya terkoordinasi, kami sore ini membuat tim pendampingan. Lion Air akan membuat juga. Untuk sementara posko kami di Kantor Gubernur, nanti terpola apa yang ingin kita lakukan bersama," ujarnya.

Terkait beberapa permintaan keluarga korban yang menginginkan perpanjangan waktu pencarian dan identifikasi, Yan menyebutkan pihaknya akan menyurati pemerintah pusat untuk hal ini.

"Sore ini, kami juga akan memgkonsep surat untuk meneruskan pemerintah pusat cq basarnas, kemenhub, mabes polri terkait permintaan waktu perpanjangan identifikasinya. Kami juga akan meminta dan berkoordinasi segera dengan kabupaten/kota terkait penerbitan akta kematian agar bisa dilakukan, kita minta dukungan penuh Lion terhadap pembiayaan. Pendanaan ada ketegasan pembiayaan dicover oleh pihak Lion," ujarnya.

Ia menyebutkan, Pemprov Babel akan mengawal bersama hal ini, dan berupaya memberikan pendampingan bagi keluarga korban semaksimal mungkin.

"Kita sarankan ini keluarga korban untuk rembuk, karena baru pertama mereka kumpul, sehingga mereka harus menyepakati juru bicara sehingga leuh intens," kata Yan.(*)

Penulis: krisyanidayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved