Total Ada Lima Belas Juru Parkir Liar di Pangkalpinang Diamankan Tim Saber Pungli

Pihaknya, kata Eko, sudah berulang kali melakukan penertiban di kawasan ini sampai harus bersitegang

Total Ada Lima Belas Juru Parkir Liar di Pangkalpinang Diamankan Tim Saber Pungli
BANGKA POS/DOK. KASI MANAJEMEN REKAYASA LALU LINTAS DISHUB KOTA EKO H.P
Foto penertiban juru parkir liar di Kota Pangkalpinang oleh tim Saber Pungli Kota Pangkalpinang, Selasa (20/11/2018) malam. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Total sebanyak 15 orang juru parkir liar berhasil diamankan pada penertiban yang dilakukan tim Saber Pungli Pangkalpinang, Selasa (20/11/2018) malam dan Rabu (21/11/2018) siang.

Mereka diamankan setelah petugas gabungan merazia sejumlah titik keramaian di Kota Pangkalpinang.

Rinciannya, sebanyak 10 juru parkir liar diamankan di kawasan Alun-alun Taman Merdeka (ATM), kafe D'cantins, angkringan Jogja dekat kantor Pos, dan cafe D'Barleys pada penertiban yang dilakukan pada Selasa (20/11/2018) malam.

Pada Rabu (21/11/2018) pagi hingga siang harinya, sebanyak lima juru parkir liar di kawasan Bangka Trade Centre, kawasan Jalan Linggarjati dekat bubur ayam Barokah dan kawasan depan kantor PT Timah , kembali diamankan oleh petugas karena tidak mengantongi kartu pengenal resmi atau sudah kedaluwarsa.

Kepala Seksi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Pangkalpinang Eko Hadi Prasetyo mengatakan, para juru parkir liar ini kemudian diamankan ke Polres Pangkalpinang.

Mereka diminta membuat surat pernyataan bermeterai untuk tidak mengulangi praktik pungli ini lagi.

"Di ruang SPKT Polres itu juga mereka bikin surat pernyataan tidak akan mengulangi kembali praktik parkir liar ini. Kalau nanti mengulangi, berarti mereka siap dikenakan hukuman sesuai ketentuan," ucap Eko dikonfirmasi Bangka Pos, Rabu (21/11/2018).

Selain dari Dishub Pangkalpinang, tim Saber Pungli Pangkalpinang yang dipimpin oleh Kepala Unit Yustisi UPP Pangkalpinang (yang juga Kabag Ops Polres Pangkalpinang) Kompol Sahbaini, juga terdiri dari Kasat Lantas Polres Pangkalpinang AKP Heriyanto dan Kasat Sabhara Polres Pangkalpinang AKP Nicodemus Brahmana dan personel terkait lainnya.

Eko mengatakan, dari seluruh kawasan yang ditertibkan selama dua hari ini, kawasan ATM adalah kawasan yang paling sering terjadi praktik pungli parkir. Dia menyatakan, kawasan ini sebenarnya diperbolehkan parkir, tetapi tidak boleh ada pungutan.

Pihaknya, kata Eko, sudah berulang kali melakukan penertiban di kawasan ini sampai harus bersitegang dengan para oknum juru parkir. Tetapi, persoalan serupa terus berulang.

Warga,tiap kali ada keramaian di kawasan ATM, juga sudah selalu diimbau untuk tidak memberikan biaya parkir di kawasan ini.

"Di sana itu bukan tidak boleh parkir, boleh parkir tetapi tidak boleh dipungut uangnya,. Makanya sampai sekarang kami tidak mengeluarkan kartu pengenal karena tidak boleh dipungut," ucapnya.

Eko juga mengimbau, warga untuk tidak takut untuk menanyakan kartu pengenal resmi juru parkir. Jika tidak ada pengenal resmi, maka warga tak perlu memberikan uang parkir.

"Tanyakan dulu id card-nya. Jangan malu-malu, jangan takut-takut, kalau merasa keberatan kasih Rp 2 ribu, minta kembaliannya, karena yang kami tetapkan itu Rp 1000 (untuk roda dua). Intinya di tanda pengenal itu, kalau mereka memaksa, foto saja orangnya lapor ke SPKT, itu berarti pungli, sudah parkir liar, pemerasan pula," beber Eko. (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved