Pukul Anak dan Mertuanya, Angga Mengaku Tindakannya Spontan

Terlihat wajah Angga pucat saat ditemui di Polres Bangka Barat. Diapun mengaku menyesal telah melakukan perbuatan tersebut.

Pukul Anak dan Mertuanya, Angga Mengaku Tindakannya Spontan
Dokumen Bangka Pos
Angga (depan), penganiaya anak kandung, Kamis (22/11/2018) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nordin

BANGKAPOS.COM -- Angga (29), tertunduk lesu saat ditanyai awak media mengenai kelakuan penganiayaan terhadap anak dan mertua yang dilakukan, Sabtu (17/1).

Terlihat wajah Angga pucat saat ditemui di Polres Bangka Barat. Diapun mengaku menyesal telah melakukan perbuatan tersebut.

"Saya emosi, repleks saja mukulnya. Saya tendang anak dibagian kepalanya pakai kaki," sebut Angga, Kamis (22/11)

Menurut keterangan Angga, kejadian ini berawal ketika dirinya sedang santai di luar rumahnya. Entah apa sebabnya kedua anaknya yang berada didalam menangis.

Kejadian tersebut membuatnya naik pitam, hingga melakukan kekerasan terhadap anak-anaknya. Selain itu dengan mertuanya.

"Kejadiannya malam di rumah mertua saya di Kecamatan Muntok, Bangka Barat, pas libur kerja, saya santaikan berada di luar rumah, tiba-tiba anak di dalam menangis tanpa henti, entah apa sebabnya. Kalau mertua saya waktu itu entah mau nyubit atau melakukan apa tiba-tiba saya refleks mendorongnya," kata Angga

Angga Diduga Sudah Sering Melakukan KDRT

Kepala unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Polres Bangka Barat AIPDA M. Rhamdony seizin Kapolres Bangka Barat menyampaikan, menurut keterangan pelapor yakni istri pelaku, kejadian kekerasan ini sudah sering dilakukannya.

Namun keluarga ini enggan melapor dan baru itulah puncak kejadian yang dilaporkan.

"Si pelaku ini sudah berulang-ulang melakukan kekerasan terhadap anaknya, namun pihak korban ataupun keluarganya enggan melaporkan, yang terakhir ini dari pihak korban dan mertuanya sudah tidak bisa lagi ditahan mereka melaporkan ke Polres Babar," sebut kepala unit PPA

Dia melanjutkan, dari hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan pihaknya, korban tidak mengalami luka parah. Hanya saja perbuatan pelaku tidak dibenarkan.

"Pelaku kami kenakan pasal 44 ayat 1 uud no 23 tahun 2004 yang mana dalam hal ini korban mengalami KDRT adalah mertuanya dan dua anaknya. Dari kesimpulan itu kami melakukan penyelidikan, dia dapat dikenakan pasal UUD KDRT dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara," ungkapnya

Dia melanjutkan, pihaknya masih mendalami apakah pelaku mengalami gangguan jiwa atau kebiasaan yang memang telah dari dahulu.

Sementara ini dia amankan di Mapolres Bangka Barat untuk dimintai keterangan lebih lanjut.


Penulis: Muhammad Noordin
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved