Kolaborasi Pemerintah Bangkitkan Kejayaan Lada, 2 Kali Babel Tuan Rumah Peringatan Hari Lada

Kementerian Perdagangan bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkolaborasi mengembalikan kejayaan lada Indonesia.

Kolaborasi Pemerintah Bangkitkan Kejayaan Lada, 2 Kali Babel Tuan Rumah Peringatan Hari Lada
Bangka Pos
Dalam Peringatan Hari Lada 2018 mengusung tema 'Kolaborasi Menuju Lada Indonesia yang Berdaya Saing', Babel kedua kalinya dipilih menjadi tuan rumah dalam peringatan Hari Lada di Gale-Gale Resto, Kamis (22/11). 

BANGKAPOS.COM - Kementerian Perdagangan bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkolaborasi mengembalikan kejayaan lada Indonesia.

Dalam Peringatan Hari Lada 2018 mengusung tema 'Kolaborasi Menuju Lada Indonesia yang Berdaya Saing', Babel kedua kalinya dipilih menjadi tuan rumah dalam peringatan Hari Lada di Gale-Gale Resto, Kamis (22/11).

Peringatan Hari Lada di Babel ini dihadiri Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional, Kementerian Perdagangan, Dody Edward, Plt Direktur Perundingan APEC dan Organisasi Internasional, Kementerian Perdagangan, Denny Wachyudi, Kepala Biro Pembinaan dan Pengawasan Sistem Resi Gudang dan Pasar Lelang Komoditas, Kementerian Perdagangan, Retno Rukmawati, Asisten Deputi Perkebunan dan Hortikultura Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Willistra Danny, Dewan Rempah Indonesia Bambang Sulistiyono, Verstegen Spices and Sauces B.V Indonesia/Asia, Evert-Jan Verschuren, Gubernur Babel Erzaldi Rosman, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Babel, Sunardi, petani dan eskportir lada.

Momentum peringatan Hari Lada ini selain dilakukan lokakarya dengan topik mengupas tentang pembangunan peta jalan (roadmap) lada nasional, penerapan sistem resi gudang untuk meningkatkan harga, program kredit usaha bagi petani, pemberdayaan petani lada dan strategi pemasaran melalui Sertifikasi Indikasi Geografis.

Kegiatan ini juga disemarakkan dengan kegiatan gelar produk turunan lada seperti kopi lada, sabun lada, coklat lada, saus lada, permen lada dan berbagai produk turunan lada lainnya.

Tak hanya itu, juga dilakukan lomba mewarnai pohon lada bagi anak-anak usia dini, untuk memupuk kecintaan dan pengetahuan akan lada.

Ada pula Klinik Lada bagi petani yang ingin berkonsultasi soal lada dan dalam kesempatan yang sama juga ada kunjungan ke Kebun Lada Soll Marina.

"Kegiatan ini merupakan momen yang tepat untuk membangkitkan kembali kejayaan rempah Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai negara penghasil rempah, termasuk lada nomor satu dunia. Kolaborasi antara pemangku kepentingan dari sektor hulu ke sektor hilir sangat penting untuk dilakukan guna meningkatkan daya saing lada Indonesia," ujar Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Internasional, Dody Edward saat pembukaan Hari Lada 2018.

Dody mengatakan, Indonesia berpotensi besar menjadi negara terbesar produsen lada di pasar internasional. Saat ini Indonesia baru menyuplai 13 persen produksi lada global.

Ia menyebutkan tahun lalu, lokakarya yang dilaksanakan dalam rangkaian Hari Lada 2017 menghasilkan rekomendasi untuk pengembangan sektor lada nasional yang ditindaklanjuti melalui lokakarya tahun ini.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved