Lion Air Jatuh

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Minta Lion Air Tambah Jumlah Santunan Korban Lion Air

Anton Sukartono Surrato meminta agar Lion Air untuk segera mengurus klaim asuransi korban Lion Air JT 610

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Minta Lion Air Tambah Jumlah Santunan Korban Lion Air
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Wakil ketua Komisi V DPR RI, Anton Sukartono Surrato. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM - Wakil ketua Komisi V DPR RI, Anton Sukartono Surrato meminta agar Lion Air untuk segera mengurus klaim asuransi korban Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT 610 yang jatuh pada 29 Oktober lalu.

Ia menegaskan, meski jenazah yang tidak teridentifikasi tetap harus dibayarkan asuransinya.

Anton menyebutkan berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 77 tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara, setiap orang yang kecelakaan akibat penerbangan mendapatkan asuransi Rp 1,25 miliar dan itu wajib dilakukan.

Dikatakannya berdasarkan hasil koordinasi pihaknya dengan kementerian perhubungan dan Lion Air, bahwa Lion Air akan membuka posko klaim asuransi di Babel.

"Terkait Mayat yang tidak teridentifikasi, saya minta enggak ada urusan ada atau tidak mayat ini harus dibayarkan karena ini masalah kemanusiaan. Siapa yang mau nyawa hilang mau dibayar berapapun enggak ada yang mau, tapi siapa tau ini bisa meringankan duka bagi yang ditinggalkan," katanya saat kunjungan kerja ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jum'at (23/11/2018).

Ia bahkan meminta agar pihak Lion menambah jumlah santunan bagi keluarga korban diluar asuransi yang telah ditentukan.

"Masalah asuransi harus dibayar, kalau pesawat itu diasuransikan dari pihak Lion itu mbok dibagikan juga tambahan dari Rp 1,2 miliar itu, jadi empati dari Lion Air itu kepada keluarga. Saya udah ngomong ini ke director Lion Air kalau mereka dapat ganti rugi pesawat bagilah kepada keluarga," katanya.

Anton menegaskan, Lion Air untuk segera menyelesaikan tanggungjawab mereka kepada kaluarga korban.

"Kita berdoa dan berusaha yang terbaik, kami minta pemerintah maupun Lion Air untuk segera melaksanakan apa yang menjadi kewajibannya dan dipastikan ini tidak terjadi lagi," tegasnya.

Kedepannya, ia menegaskan regulasi penerbangan akan diperketat. Hal ini untuk mengantisipasi berbagai potensi kecelakaan.

"Kita minta pengawasan diperketat, baik dari AP, maupun maskapai, maintenance gimana dan juga dari pilot tes dulu laik terbang. Semua regulasi penerbangan harus betul-betul dilaksanakan, safety check pesawat, dan pilot," tegasnya.

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved