Bupati Bangka Selatan Minta Masyarakat Terapkan Germas Hidup Sehat

Pemerintah Kabupa­ten Bangka Selatan mengampanyekan Gerakan Masyarakat (Germas) Hidup Sehat.

Bupati Bangka Selatan Minta Masyarakat Terapkan Germas Hidup Sehat
Bangka Pos
Peringatan HKN dan Kampanye Germas berlangsung di halaman Kantor Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Bangka Selatan, Sabtu (24/11). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pemerintah Kabupa­ten Bangka Selatan mengampanyekan Gerakan Masyarakat (Germas) Hidup Sehat saat peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54 Tahun 2018.

Peringatan HKN dan Kampanye Germas berlangsung di halaman Kantor Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Bangka Selatan, Sabtu (24/11).

Peringatan HKN dihadiri Bupati Bangka Selatan H Justiar Noer, Kepala DKPPKB Bangka Selatan Supriyadi, Kepala Puskesmas dan Tenaga Kesehatan se-Basel.

Dikatakan Justiar, pembangunan kesehatan bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi seluruh lapisan masyarakat agar terwujud derajat kesehatan yang optimal.

“Satu diantaranya mengubah pola hidup yang tidak sehat menjadi bersih dan sehat. Program Germas ini merupakan suatu inovasi agar unsur pemangku kepentingan dapat berperan dalam pembangunan kesehatan,” ujar Justiar.

Lebih lanjut dikatakan Justiar, pembangunan kesehatan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) III Tahun 2015-2019 ini diarahkan pada akses pelayanan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas semakin baik.

Selain itu, upaya pela­yanan sudah semestinya diprioritaskan pada upaya promotif preventif menuju masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan.

“Saat ini pemerintah melakukan suatu gerakan inovasi dengan mengeluarkan Program Germas yang melibatkan pemangku kepentingan baik swasta, akademis, LSM dan sektor-sektor lainnya untuk berperan dalam pembangunan kesehatan,” ucap Justiar.

Pada kesempatan itu Justiar mengajak seluruh stakeholder melaksanakan serangkaian pembangunan kesehatan daerah secara lebih baik lagi.

“Tingkatkan kerjasama yang efektif baik internal maupun antar tim di seluruh sektor kesehatan,” kata Justiar.

Kampanye Germas diawali dengan senam zumba dilanjutkan pemberian sertifikat dan pembacaan naskah deklarasi desa/kelurahan ODF (Open Defecation Free) atau Desa Bebas Buang Air Besar, Desa STBM (Sanitiasi Total Berbasis Masyarakat) dan Kecamatan ODF Tahun 2018.

Pada kesempatan itu juga Bupati menyerahkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) secara simbolis kepada tiga warga Basel.

Menurut Justiar praktik hidup sehat merupakan satu diantara wujud revolusi mental.

“Melalui Germas diharapkan dapat meningkatkan partisipasi dan peran serta masyarakat untuk hidup sehat, meningkatkan produktivitas masyarakat dan mengurangi beban biaya kesehatan,” imbuhnya.

Sementara delapan desa/kelurahan yang telah bebas buang air besar adalah Desa Rajik, Bangka Kota, Paku, Pangkalbuluh, Sumber Jaya Permai, Pergam, Delas dan Kelurahan Toboali. Sementara Kecamatan bebas buang air besar adalah Kecamatan Pulau Besar. (adv/ara/may)

Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved