BKKBN Sosialisasi Cegah Pernikahan Usia Muda,Pelajar & Mahasiswa Tandatangani Deklarasi

Ratusan Pelajar dan Mahasiswa Tandatangani Deklarasi pencegahan nikah di usia dini.

BKKBN Sosialisasi Cegah Pernikahan Usia Muda,Pelajar & Mahasiswa Tandatangani Deklarasi
Bangka Pos
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggelar sosialisasi bertajuk Aksi Generasi Berencana (GenRe) di ruang sidang Pemkab Belitung, Senin (26/11). 

BANGKAPOS.COM - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggelar sosialisasi bertajuk Aksi Generasi Berencana (GenRe) di ruang sidang Pemkab Belitung, Senin (26/11).

Kegiatan dalam rangka memberikan pemahaman terhadap pencegahan pernikahan usia muda ini ditujukan untuk pelajar serta mahasiswa.

Kegiatan yang dibuka oleh Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem) tersebut dilanjutkan penandatanganan deklarasi pencegahan nikah usia muda oleh ratusan pelajar dan mahasiswa yang hadir. Hadir dalam kegiatan itu Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPPKBPMD) Kabupaten Belitung, Suksesyadi, ratusan pelajar perwakilan dari SMP, SMA/SMK serta Mahasiswa Akademi Keperawatan (Akper) Kabupaten Belitung.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bangka Belitung (Babel), Ir Hj Etna Estelita MSi mengatakan, kegiatan Gerne tersebut digelar di tiap sekolah di kabupaten/kota se Provinsi Babel.

“Program GenRe ada 2 bagi remaja itu sendiri dan bagi orang tua. Untuk remaja ada program PIK R (Pusat Informasi Konseling Remaja) yang terbagi 2, di sekolah dan di masyarakat (PIK R ada di Tingkatan Perguruan Tinggi, SMA dan SMP). Habis itu kepada remaja putus sekolah, karena mereka kalau diberikan pengetahuan oleh orang tua, tabu istilahnya berbicara reproduksi atau sexs. Jadi melalui program seperti ini,” kata Ir Hj Etna Estelita MSi, Senin (26/11).

Menurutnya, melalui sosialisasi itu pihaknya memberikan pengetahuan dan tetap memanfaatkan media seperti booklet, lembar balik, buku saku untuk menambah pengetahuan kalangan remaja. Maka pelajar dan mahasiswa ini tidak salah dalam menerima informasi.

“Hal itu agar mereka mengetahui cara hidup sehat setelah menikah. Supaya mereka menjadi ibu yang baik bagi perempuan dan bapak yang baik bagi laki-laki,” katanya.

Lanjut dia, sosialisasi ini sekaligus sebagai upaya pencegahan dini terhadap terjadinya pernikahan dini.

“Ini sudah kesekian kalinya. Harapan kami, agar mereka memiliki kesadaran dan tidak menikah di bawah umur 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki,” katanya.

Bupati Belitung, H Sahani Saleh (Sanem) mengatakan, melalui kegiatan ini dapat mewujudkan tindakan nyata remaja mengikuti imbauan pemerintah, agar menikah tidak dibawah umur 21 bagi perempuan dan 25 tahun bagi lelaki.

“Walau bagaimana pun, remaja merupakan objek utama dalam pembangunan SDM (sumber daya manusia). Tentunya ini merupakan aksi untuk memperbaiki generasi bangsa, upaya pencegahan perkawinan di usia dini. Karena menikah di bawah umur yang tidak semestinya itu, banyak membawa dampak negatif,” kata Sanem.

Kata Sanem, apabila terjadi pernikahan di usia dini, tidak dipungkiri setelah mendapat satu atau dua anak, akan mengalami perceraian. Ini berdampak kepada meningkatnya angka perceraian, lantaran diduga hamil di luar nikah.

“Maka dari itu remaja sekarang harus diarahkan ke budaya dan olahraga, tujuannya untuk mengarahkan mereka kepada hal positif. Saya berharap, peserta yang ikut hari ini bisa menularkan kepengetahuan kepada yang lainnya dalam rangka mencegah nikah usia muda,” katanya. (adv/tas)

Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved