BKKBN Gandeng Bhabinkamtibmas dan Babinsa se-Beltim Percepatan Pencapaian Sasaran KKBPK

Sosialisasi ini dalam rangka percepatan pencapaian sasaran program KKBPK melalui Bhakti Sosial Bayangkara KB Kesehatan.

BKKBN Gandeng Bhabinkamtibmas dan Babinsa se-Beltim Percepatan Pencapaian Sasaran KKBPK
Bangka Pos
BKKBN Provinsi Bangka Belitung didampingi Tim Dit Binmas Polda Babel, melakukan sosialisasi program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) kepada mitra dan Penyuluh KB/Petugas Lapangan KB (PKB/PLKB), dalam rangka percepatan pencapaian sasaran program KKBPK melalui Bhakti Sosial Bayangkara KB Kesehatan, Selasa (27/11). 

BANGKAPOS.COM - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bangka Belitung didampingi Tim Dit Binmas Polda Babel, melakukan sosialisasi program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) kepada mitra dan Penyuluh KB/Petugas Lapangan KB (PKB/PLKB), dalam rangka percepatan pencapaian sasaran program KKBPK melalui Bhakti Sosial Bayangkara KB Kesehatan, Selasa (27/11).

Kegiatan yang berlangsung di Joglo Patriatama Polres Beltim tersebut, dibuka secara resmi dibuka oleh Kapolres Beltim AKBP Erwin Siboro, dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Ir Hj Etna Estelita Msi, Kasi Kerma Bimas Polda Babel AKP Toni Susanto yang mewakili Dir Bimas Polda Babel, Kapolsek Manggar AKP Albert Daniel Tampubolon, Danramil 414-02/ Manggar Mayor Inf Joko Lelono, dan para Bhabinkamtibmas dan Babinsa se-Kabupaten Belitung Timur (Beltim).

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Ir Hj Etna Estelita Msi mengatakan, dalam melakukan sosialisasi BKKBN kepada 391 desa, BKKBN perlu mitra untuk menjangkau desa-desa tersebut, mengingat PLKByang ada masih terbatas.

“Kami mengajak Bhabinkamtibmas dan Babinsa ini, karena menurut kami, mereka ini yang dekat dengan masyarakat dan dipercaya oleh masyarakat. Untuk itu kami sudah MoU dengan Kapolda untuk membantu BKKBN, ikut memberikan motivasi kepada masyarakat untuk program KB,” jelas Etna, Selasa (27/11).

Menurut Etna, program yang nantinya disampaikan kepada masyarakat meliputi program pengendalian penduduk.

Jika pertumbuhan penduduk tidak dikendalikan dengan baik, bisa terjadi peledakan penduduk.

Apabila pertumbuhuan penduduk tidak seiring dengan pertumbuhan pangan, akan terjadi kelaparan, kemiskinan dan sebagainya.

Program KB bertujuan agar penduduk tumbuh seimbang, yang ditandai dengan oleh Total Fertility Rate (TFR/angka fertilitas total) 2.1 atau dua anak cukup. Ini merupakan bentuk memotivasi masyarakat untuk ber-KB.

Selanjutnya adalah program pembangunan keluarga, yang mencakup siklus hidup manusia, mulai dari hamil dengan memberikan informasi kepada masyarakat perlunya gizi yang cukup, sehingga anak-anak yang dilahirkan dengan keadan sehat dan baik.

Program Bina Keluarga Remaja, yakni dengan imbauan jangan menikah dini, jangan melakukan seks bebas dan jangan mencoba narkoba. Ada juga Bina Keluarga Lansia, yakni bagaimana caranya mengajarkan lansia sehat dan tangguh.

“Mindset (pola pikir) banyak anak rejeki masih ada di masyarakat, dan inilah yang harus diubah,” beber Etna.

Sementara itu Kapolres Beltim AKBP Erwin Siboro mengemukakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kerja sama MoU pada 10 Juli 2018 lalu, antara Polda Babel dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Babel.

“MoU ini mencakup pembinaan peserta KB dan peningkatan advokasi serta Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE), yang difokuskan pada pasangan usia muda, terutama keluarga miskin, serta pelayanan KB di wilayah dan sasaran kusus melalui kempanye 2 anak dan 4 terlalu (terlalu muda, terlalu tua, terlalu banyak, dan terlalu dekat jarak kelahiran),” jelas Erwin.

Menurut Erwin, Provinsi Babel sampai dengan November 2018 telah mencanangkan sebanyak 98 Kampung KB di tujuh kabupaten/kota. Jumlah tersebut sesuai target tahun 2018.

“Kampung KB merupakan salah satu wujud nyata dari upaya yang dilakukan pemerintah untuk membangun desa-desa yang ada di Indonesia ini, dari wilayah pinggiran yang intervensinya bukan hanya tanggung jawab BKKBN, melainkan tanggung jawab semua sektor pembangunan,” kata Erwin. (adv/q5)

Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved