Kantong Plastik Akan Dikenakan Cukai, KPP Bea Cukai Pangkalpinang Sebut Alasannya

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan terus melakukan pembahasan terkait pengenaan cukai pada kantong plastik

Kantong Plastik Akan Dikenakan Cukai, KPP Bea Cukai Pangkalpinang Sebut Alasannya
Bangkapos/Yudha Palistian
Suasana Lobby Kantor Pengawasan dan Pelayanan, Bea Cukai Tipe Madya Pabean C Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM -- Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus melakukan pembahasan terkait pengenaan cukai pada kantong plastik.

Kepala subseksi penyuluhan dan layanan informasi, KPP Bea Cukai Pangkalpinang, Agung Hermawan, mengatakan persoalan pengenaan cukai plastik masih masih terus dibahas di pusat, Selasa (28/11/2018).

"Sebenarnya itu udah lama isunya dari beberapa tahun yg lalu tetapi karena ada paus mati di Wakatobi diduga makan plastik, maka pembahasan cukai plastik lebih didorong," ungkapnya kepada Bangkapos.

Ia menjelaskan cukai adalah pungutan negara untuk dikenakan ke barang tertentu yang sifat atau karakteristiknya yakni konsumsinya perlu dikendalikan, peredarannya perlu diawasi. Pemakaiannya dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat atau lingkungan hidup, dan pemakaiannya perlu pembebanan pungutan negara demi keadilan serta keseimbangan.

"Dari yang sudah saya sebutkan mengenai karakter barang kena cukai, plastik itu memenuhi karakteristik barang kena cukai," jelasnya.

Agung menjelaskan pembahasan dari pusat sejauh ini sebenarnya masih dalam tahap kebijakan mengenai di vertikal atau pelayanan dalam pelakasanaan aturan kelak.

Sementara itu, ketika ditanyakan mengenai sistem pengenaan cukai plastik, pihaknya belum mengetahui apakah yang dikenakan cukai dari pihak yang memproduksi atau pihak ritel.

"Terkait tarif, barang masuk dan sebagainya yang bakal dikenakan cukai juga masih dalam pembahasan. Kita lihat saja nanti hasil pembahasan dari pusat," tutupnya.

Penulis: Yudha Palistian
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved