Eko Wijaya Ajak Masyarakat Kelola Sampah, Bagikan 37 Motor Sampah untuk Kepala Desa dan Lurah

Berdasarkan data bulan Maret 2018, per hari sampah rumah yang dihasilkan masyarakat Bangka Belitung sebanyak 650 ton.

Eko Wijaya Ajak Masyarakat Kelola Sampah, Bagikan 37 Motor Sampah untuk Kepala Desa dan Lurah
Bangka Pos
Eko Wijaya Ajak Masyarakat Kelola Sampah, Bagikan 37 Motor Sampah Untuk Kepala Desa dan Lurah 

BANGKAPOS.COM -- Permasalahan sampah di Bangka Belitung mendapat perhatian serius dari Anggota Komisi VII DPR RI, Eko Wijaya. Bila sampah tak teratasi dan tak terkelola dengan baik akan menjadi permasalahan bagi lingkungan yang sangat serius.

Bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup, Eko Wijaya yang merupakan Anggota DPR RI Dapil Provinsi Bangka Belitung menggelar Sosialisasi Bank Sampah dengan tema 'Melalui Infrastruktur Hijau Menuju Indonesia Bebas Sampah 2025', Rabu (28/11).

Acara diikuti langsung oleh para kades, lurah se-Bangka Belitung. Turut hadir Direktur Pengelolaan Sampah‭ ‬Direktorat Jenderal PSLB3, Novrizal Tahar dan didampingi Arief Sumargi selaku narasumber, BLHD Provinsi Bangka Belitung, Wijaya yang juga selaku narasumber dalam sosialisasi tersebut.

Dalam kegiatan itu juga, Eko Wijaya turut membagikan 37 motor pengangkut sampah kerjasama Komisi VII DPR RI dengan Kementerian Lingkungan Hidup. Dan diserahkan secara simbolis kepada kepala desa dan lurah yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Eko Wijaya Ajak Masyarakat Kelola Sampah, Bagikan 37 Motor Sampah Untuk Kepala Desa dan Lurah
Eko Wijaya Ajak Masyarakat Kelola Sampah, Bagikan 37 Motor Sampah Untuk Kepala Desa dan Lurah (Bangka Pos)

Eko menjelaskan, berdasarkan data bulan Maret 2018, per hari sampah rumah yang dihasilkan masyarakat Bangka Belitung sebanyak 650 ton. Dari jumlah tersebut sekitar 200 ton merupakan sampah dari Pangkalpinang.

“Jumlah ini kan terus bertambah setiap harinya. Kalau tidak kita atasi tentunya akan menjadi permasalahan serius bagi masyarakat, terjadinya pencemaran lingkungan dan juga udara,” kata Eko Wijaya.

Bila dibuang begitu saja, misalkan ke TPA tentunya tak juga menyelesaikan masalah. Karenanya perlu dikelola dengan baik. Seperti dipilah dan dijadikan barang lain yang memiliki nilai ekonomis bagi masyarkat.

Sebagaimana amanat Undang-undang Nomor‭ ‬18‭ ‬Tahun‭ ‬2008‭ ‬Tentang Pengelolaan Sampah, harus mengikuti prinsip 3R‭ (‬reduce,‭ r‬euse,‭ r‬ecycle‭) d‬alam pengelolaan sampah.

“Tidak semua sampah bisa terurai. Tapi untuk mengatasinya kita lakukan pengolahan. Bisa diolah menjadi kompos, atau untuk barang seperti plastik bisa dilakukan daur ulang. Semua ini memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi dan bisa menjadi penghasilan bagi masyarakat,” jelas Eko Wijaya.

Karenanya dia mengajak masyarakat harus mengubah pola dalam pengelolaan sampah. Mulai dari rumah tangga, memilah atau memisahkan antara sampah organik dan non organik. Sampah ini nantinya ditukarkan ke Bank Sampah untuk dikelola lagi.

Eko Wijaya Ajak Masyarakat Kelola Sampah, Bagikan 37 Motor Sampah Untuk Kepala Desa dan Lurah
Eko Wijaya Ajak Masyarakat Kelola Sampah, Bagikan 37 Motor Sampah Untuk Kepala Desa dan Lurah (Bangka Pos)

Dengan bantuan motor pengangkut sampah tersebut, Eko juga berharap agar permasalahan sampah di Bangka Belitung bisa terbantu.

“Saya harapkan motor pengangkut sampah ini bisa dimanfaatkan dengan baik untuk kepentingan masyarakat dalam menangani sampah. Ini kerjasama kita dari Komisi VII DPR RI dan Kementerian Lingkungan Hidup,” ujar Eko Wijaya.

Direktur Pengelolaan Sampah‭ ‬Direktorat Jenderal PSLB3, Novrizal Tahar menambahkan masyarakat di Provinsi Bangka Belitung harus segera mengubah pola pengelolaan sampah. Jangan sampai permasalahan sampah ini justru menimbulkan permasalahan bagi masyarakat sendiri.

“Harapan kita pengelolaan sampah di Bangka Belitung ini menjadi lebih baik. Dengan cara-cara pengelolaan yang baik lingkungan kita juga terjaga dan lebih sehat,” ujar Novrizal.

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved