Keluyuran Pada Jam Kantor, Lima Pegawai Pemkab Bangka Terjaring Razia Satpol PP

Tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) dan dua honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka terjaring razia Satpol PP Kabupaten Bangka

Keluyuran Pada Jam Kantor, Lima Pegawai Pemkab Bangka Terjaring Razia Satpol PP
(ist/satpol pp kabupaten bangka)
Tim Satpol PP saat menemukan ASN di Lingkungan Pemkab Bangka yang berbelanja saat jam kantor, Senin (3/12/2018) di Pasar Higienis.

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) dan dua honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka terjaring razia, Senin (3/12/2018) saat Satuan Polisi Pamong Praja melakukan patroli tempat-tempat keramaian di seputar Sungailiat.

Razia tersebut dilakukan Satpol PP Kabupaten Bangka menindaklanjuti instruksi Bupati Bangka Mulkan saat apel Senin.

"Ini perintah lisan bupati. Pada apel mingguan Senin 3 Desember. Peningkatan disiplin PNS dan pegawai honor. Kami melaksanakan patroli dan pengawasan ke beberapa tempat," jelas Kasatpol PP Kabupaten Bangka M Dalyan Amrie melalui Kabid Penegakan Perundang-Undangan Satpol PP Kabupaten Bangka Achmad Suherman kepada bangkapos.com.

Mereka melakukan patroli di Pasar Kite, Pasar Higenis, panti pijat, warung-warung kopi di sekitar pasar dandi Air Ruay, warung kopi dekar Kantor Dukcapil Kabupaten Bangka, warkop di Kuday dan Warung di Kampung pasir.

"Ada berapa temuan satu orang di Pasar higenis belanja, satu di warung kopi dan tiga di warung empek-empek. Pada jam 9.30," ungkap Suherman.

Pihaknya melakukan langkah persuatif dengan memerintahkan kembali ke tempat tugas.

Diakuinya para ASN yang terjaring razia ini mengungkapkan bermacam alasan ada yg pulang tugas dan lainnya, tetapi mereka tidak membawa surat tugas.

"Harapan kami kalau mau keluar dinas harus ada surat tugas atau surat izin dari OPD (organisasi perangkat daerah) untuk kepentingan dinas," imbau Suherman.

Dia mengatakan, kegiatan ini masih bersifat sosialisasi kepada pegawai agar pada jam tugas harus di tempat tugas. Razia PNS dan honorer yang mereka lakukan sudah yang kelima. Tentu saja menimbulkan efek jera bagi oknum yang sering keluyuran saat jam kerja berlangsung.

"Lima pegawai yang terjaring tadi baru yang pertama kalinya dan alhamdulillah dengan razia, PNS dan tenaga honorer bisa dikatakan sudah mulai tertib dari sebelumnya," katanya.

Suherman mengimbau kepada seluruh PNS dan tenaga honorer daerah ini untuk tidak berkeliaran disaat jam dinas dan bagi mereka yang pernah terjaring lalu terjaring kembali, akan ada tindakan yang akan diambil.

"Bagi yang pernah terjaring dan kembali terjaring, akan ada sanksinya. Bisa saja dengan penurunan pangkat dan hal itu akan kita laporkan ke BKD. Intinya peningkatan disiplin pegawai dan memberi pelayanan maksimal kepada masyarakat," tegas Suherman.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved