KPU Babel Siapkan Logistik Pemilu 2019, Tahapan Sudah Berjalan

Saat ini beberapa logistik sudah mulai didistribusikan ke KPU tingkat Kabupaten/Kota.

KPU Babel Siapkan Logistik Pemilu 2019, Tahapan Sudah Berjalan
Bangka Pos / Hendra
KPU Propinsi Bangka Belitung melakukan sosialisasi tahapan penyediaan logistik pemilu 2019, Selasa (4/12/2018). 

BANGKAPOS.COM  -- Komisi Pemilihan Umum, (KPU) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah mulai mempersiapkan logistik untuk pemilu 2019 mendatang. Saat ini beberapa logistik sudah mulai didistribusikan ke KPU tingkat Kabupaten/Kota.

Ketua KPU Propinsi Bangka Belitung, Davitri mengatakan jumlah logistik pemilu 2019 bergantung dengan data pemilih tetap (DPT). Akan tetapi hingga saat ini KPU masih menunggu DPT hasil perbaikan yang dilakukan oleh KPU tingkat Kabupaten/Kota.

"Jadi dasar kita mengadakan logistik pemilu adalah jumlah DPT. Terakhir DPT kita berada di angka 931.125 pemilih, 3.800 TPS berada di 391 kelurahan, 47 Kecamatan dan 7 Kabupaten/Kota. Mudah-mudahan DPTHP 2 itu tidak ada lagi perbaikan dan kemudian kita plenokan," jelas Davitri.

KPU Provinsi Bangka Belitung melakukan sosialisasi tahapan penyediaan logistik pemilu 2019.

Tahap I penyedian logistik yakni untuk kotak suara dan bilik suara dimulai September 2018 sampai November 2018.
Tahap II penyediaan segel, hologram, tinta dan sampul. Produksi mulai oktober sampai november 2018.

Sedangkan tahap III penyediaan surat suara, formulir, dan buku panduan. Produksi mulai Januari 2019 sampai dengan Februari 2019 dilanjutkan dengan proses distribusi.

"Beberapa tahapan penyediaan logistik sudah kita lakukan. Seperti untuk segel, hologram, tinta dan sampul. Sedangkan untuk kotak suara dan bilik beberapa kita lakukan penambahan dari yang sudah ada," kata Davitri.

Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat, KPU Babel, Fahrurozi mengatakan untuk APK memang sempat ada keterlambatan. Namun keterlambatan ini terjadi karena lambatnya masuk desain APK dari partai politik.

"Untuk APK itu kita sudah jemput bola. Kita datangi partai politiknya, kita surati untuk minta desain APK. Tapi masih juga ada yang terlambat. Secara keseluruhan untuk logistik pemilu kita tidak ada permasalahan," ujar Fahrurozzi.

Sementara narasumber dalam kegiata sosialisasi tersebut, Ibrahim dari Dekan FISIP UBB mengatakan tahapan logistik pemilu diharapkan tidak terjadi permasalahan. KPU harus bisa belajar dari pemilu sebelumnya, jangan sampai ada kekurangan logistik ataupun kesalahan pengiriman logistik.

"Ada beberapa tahapan yang harus dilalui oleh KPU dalam distribusi logistik ini. Dan sudah ada aturannya dalam PKPU. Jangan sampai ada logistik yang kurang, transportasi juga harus dipikirkan dengan baik. Namun yang terpenting juga harus ada komunikasi antar KPU," ujar Ibrahim.

Penulis: Hendra
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved