Usia 26 Tahun, IPC Pangkalbalam Konsen Tingkatkan Pelayanan Sektor Pelabuhan

General Manager PT.Pelabuhan Indonesia II (IPC) Cabang Pangkalbalam, Nugroho Iwan, mengatakan, hampir 70 persen kargo mengunakan sektor pelabuhan

Usia 26 Tahun, IPC Pangkalbalam Konsen Tingkatkan Pelayanan Sektor Pelabuhan
Bangka Pos / Ira kurniati
GM PT.Pelabuhan Indonesia II (IPC) Cabang Pangkalbalam, Nugroho Iwan (pakai peci), saat media gathering dan perayaan HUT IPC ke-26 di Bangka city hotel, Selasa (4/12/2018) 

BANGKAPOS.COM,BANGKA - General Manager PT.Pelabuhan Indonesia II (IPC) Cabang Pangkalbalam, Nugroho Iwan, mengatakan, hampir 70 persen kargo menggunakan sektor pelabuhan dalam pendistribusian barang.

Untuk itu, pihaknya pun kini sangat konsen meningkatkan pelayanan yang mengarah pada digitalisasi, seperti penginputan data, penerbitan nota maupun upaya peningkatan infrastruktur di pelabuhan Pangkalbalam.

Pernyataan ini disampaikan Nugroho pada saat media gathering diacara peringatan HUT IPC Ke-26, di Bangka city hotel, Selasa (4/12/2018).

"Di usia IPC yang ke-26 ini tentu kami sangat konsen pada meningkatkan pelayanan. Baik itu upaya peningkatan infrastruktur dan efektivitas bongkar muat di pelabuhan Pangkalbalam pun menjadi semakin baik." kata Nugroho.

Ia menambahkan, performa sektor pelabuhan untuk peralatan maupun sumber daya manusia sudah mumpuni dan siap dalam 24 jam.

Namun untuk kargo, ia mengimbau agar pengguna jasa dapat beralih menggunakan peti kemas dibandingkan general cargo. Sebab, untuk bongkar muat peti kemas dapat dilakukan 24 jam dan masih bisa dikerjakan meski kondisi cuaca hujan.

Berbeda dengan general cargo yang hanya dikerjakan pagi hingga sore hari. Penggunaan peti kemas pun mengalami peningkatan dan sudah banyak pengguna jasa yang beralih menggunakan ini.

Nugroho menyebutkan, sejauh ini belum ada kendala dalam proses bongkar muat, meskipun dalam kondisi pasang surut air laut dan pengaruh kondisi cuaca. Pihaknya mampu mengendelikan agar tidak terjadi penumpukan saat proses tersebut.

"Ada beberapa toko di wilayah kota yang sore itu audah tidak menerima barang. Jadi kerja bongkar muat kargo hanya bisa pagi sampai sore. Sedangkan jika menggunakan peti kemas akan lebih efektif dan bongkar muat tidak akan terganggu." sambungnya.(*)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved