Antisipasi Peningkatan Kriminal Dampak Jembatan Sumatera-Bangka

Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Pol Istiono tak menyangkal Terbuka jembatan Pulau Bangka-Sumsel berpotensi meningkat angka kriminalitas

Antisipasi Peningkatan Kriminal Dampak Jembatan Sumatera-Bangka
Bangka Pos / Deddy Marjaya
Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Pol Istiono 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Pol Istiono tidak menyangkal jika nanti Pulau Sumatera dan Bangka terhubung dengan jembatan maka berpotensi meningkatnya angka kriminalitas di Pulau Bangka.

Menurut Brigjen Pol Istiono Rabu (5/11/2018) sebagian pelaku kriminalitas berasal dari pulau Sumatera termasuk narkoba.

Sebab dengan mudahnya akses masuk dan keluar Bangka memang membuat menggeliatnya perekonomian. Namun tidak dapat dipungkiri juga akan meningkatnya kriminalitas yang harus diantisipasi.

"Perlu diantisipasi sejak dini kemungkinan meningkatknya kriminalitas di Bangka Belitung a dari dampak dibangunnya jembatan yang menghubungkan Pulau Sumatera dan Bangka," kata Brigjen Pol Istiono

Sebelumnya Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, KA Tajjudin mengatakan jika dibangun jembatan Bangka-Sumatera Selatan dengan jarak tempuh 13,6 kilo ini hanya membutuhkan waktu tempuh sekitar 10 menit untuk menghubungkan dua provinsi ini.

Tajjudin menjelaskan dari sisi transportasi, terhubungnya dua provinsi ini, secara langsung akan mempermudah distribusi barang dan orang. Sebagaimana diketahui selama ini Babel masih ketergantungan dengan provinsi lain untuk mensuplai bahan pangan termasuk dari Sumsel.

Selama ini, diketahui untuk menjangkau dua provinsi ini hanya bisa menggunakan transportasi jalur darat dan udara. Ini menjadi alternatif pilihan transportasi baru bagi masyarakat.

Berdirinya jembatan ini, juga diyakini akan bisa menekan harga beberapa komoditas, menekan inflasi, karena berkurangnya biaya angkut yang juga berdampak pada percepatan menggerakkan perekonomian masyarakat.

"Selama ini masyarakat hanya punya alternatif udara dan laut, hadirnya jembatan ini memberikan alternatif
pilihan dengan jarak tempuh 13,5 kilo, kurang lebih hanya 10 menit dari Sebagin bisa sampai ke Selapan, ini bisa menekan biaya angkut," kata Tajjudin, Rabu (5/12/2018).

Dijelaskan Tajjudin, saat untuk distribusi barang dan orang secara laut kadang masih terganggu faktor cuaca seperti pasang surut air laut, begitu pula dengan transportasi udara yang ongkos angkutnya lebih tinggi.

"Ini upaya untuk percepatan pembangunan perekonomian. Lancarnya arus distribusi berdampak pada kelancaran ekonomi yang berpengaruh pada harga barang yang lebih murah dengan jarak tempuh yang dekat," jelasnya.

Kedepannya, Pemprov Babel merencanakan akan adanya pelabuhan internasional di Babel yang bisa langsung melakukan ekspor. Selama ini masih tersentral di Tanjung Priok Jakarta dan Tanjung Perak, Surabaya.

"Kita berharap ada pelabuhan utama yang bisa menajdi pelabuhan yang internasional. Komdositas yang dikirim menggunakan ini disamping dari Babel, juga dari wilayah sumbagsel misalnya dari Palembang, Jambi, Lampung mereka bisa kirim barang, container ini dibawa melalui jalur darat ke Babel dengan Jembatan Bangka-Sumsel," tambahnya.(*)

Penulis: deddy_marjaya
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved