BPJS Serahkan Santunan Kecelakaan Lion Air

BPJS Ketenagakerjaan memberikan santunan bagi ahli waris korban kecelakaan Lion Air JT-610.

BPJS Serahkan Santunan Kecelakaan Lion Air
Bangka Pos / Yudha Palistian
Pemberian santunan kepada pihak ahli waris korban Lion Air JT-610 dari BPJS Ketenagakerjaan didampingi Direktur utama PT Timah Tbk Mochtar Riza Pahlevi Tabrani. 

BANGKAPOS.COM - BPJS Ketenagakerjaan memberikan santunan bagi ahli waris korban kecelakaan Lion Air JT-610,  kepada empat keluarga korban yang merupakan pegawai PT Timah Tbk.

Santunan tersebut langsung diserahkan oleh Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan (Krishna Syarif)  di Ruang Rapat Utama PT. Timah,  Selasa,  (4/12/2018).

Sebelumnya, beberapa pekan lalu Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri resmi menghentikan proses identifikasi korban penumpang Lion Air JT-610 yang mengalami kecelakaan di perairan Karawang.

Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Krishna Syarif mengutarakan sebagai badan hukum publik, pihaknya ingin  memberikan pelayanan dan kepastian atas hak peserta.

"Terdapat 125 korban yang berhasil diidentifikasi berdasarkan kantong jenazah yang diterima RS Polri Kramat Jati dan 7 korban diantaranya merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan,  serta 4 korban diantaranya adalah pekerja dari PT. Timah," ungkapnya kepada awak media usai prosesi pemberian santunan.

Krishna menambahkan,  Korban dalam kecelakaan ini digolongkan kecelakaan kerja bilamana korban sedang berada dalam perjalanan dinas atau sedang melaksanakan pekerjaannya, juga ada yang tidak tergolong dalam kecelakaan kerja atau tidak sedang dalam perjalanan dinas

"Tentunya kedua kategori ini memiliki hak yang berbeda, Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) memberikan perlindungan bagi pekerja dari risiko terjadinya kecelakaan saat bekerja atau bertugas," jelasnya.

Jika terjadi kecelakaan kerja yang mengakibatkan meninggal dunia, maka  ahli waris berhak atas santunan sebesar 48 kali upah yang dilaporkan dan juga beasiswa untuk satu orang anak pekerja.

Namun untuk kejadian meninggal dunia di luar kecelakaan kerja, ahli waris akan diberikan santunan kematian sebesar Rp 24 juta. Dan jika kepesertaan telah mencapai 5 tahun, maka akan diberikan pula beasiswa untuk satu orang anak.

"Selain manfaat JKK dan JKM, saldo JHT (Jaminan Hari Tua) yang bersifat tabungan juga diberikan kepada ahli waris yang sah," ungkap Krishna.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved