Lahan Bekas Tambang Bisa Ditanami Tumbuhan Pangan

Kementerian Pertanian RI mengatakan lahan bekas tambang bisa dimanfaatkan untuk menanam tanaman pangan.

Lahan Bekas Tambang Bisa Ditanami Tumbuhan Pangan
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Rapat pertemuan dengan tentang pemanfaatan lahan bekas tambang, di ruang rapat Tanjung Pendam, Rabu (5/12/2018). 

BANGKAPOS.COM - Kementerian Pertanian RI mengatakan lahan bekas tambang bisa dimanfaatkan untuk menanam tanaman pangan.

Kepala Balai penelitian Tanah kementerian Pertanian, Husnain menjelaskan lahan bekas tambang memang 89 persen berpasir dan harus dilakukan penanganan ekstra untuk mengembalikannya menjadi tanah.

Pengembalian unsur tanah dapat dikembalikan dengan berbagai cara seperti memasukkan bahan organik tinggi untuk mengikat air hujan masuk. Mendapatkan unsur hara dari pupuk, sehingga apa yang ditanam bisa tumbuh. Perlu adanya sinergitas dengan peternakan, pasalnya kotoran ternak dapat mempercepat pemulihan lahan yang digunakan sebagai pupuk.

Pemanfaatan lahan bekas tambang dengan tanaman pangan ini, harus dimulai dengan meratakan tanahnya terlebih dahulu karena semua berbentuk lubang-lubang. Kemudian dilakukan pengolahan lahan untuk siap ditanami.

Pihaknya, selama tiga tahun ini melakukan penelitian dan uji coba di Bukit Kijang, Bangka Tengah menanami tanaman pangan ditanah bekas tambang seluas 6 hektar. Beberapa jenis tanaman pangan yang telah diujicobakan pihaknya, seperti cabai, jagung, terong, kacang-kacangan bisa tumbuh dan menghasilkan dengan produktivitas yang baik.

"Lahan bekas tambang timah itu tanahnya betul-betul hilang, 89 persen pasir jadi memang kalau akan menanam pangan harus mendapatkan perlakuan khusus. Kalau ditanami pepohonan ini kan butuh waktu lama dan tidak menghasilkan. Kita coba tanami pangan, sayuran, jagung, bawang, cabe ini bisa hidup," katanya usai rapat pertemuan dengan tentang pemanfaatan lahan bekas tambang, di ruang rapat Tanjung Pendam, Rabu (5/12/2018).

Ia berharap, apa yang telah melakukan ini dapat diujicobakan atau ditiru petani di Babel, sehingga lahan-lahan bekas tambang di Babel dapat dimanfaatkan dan dapat menghasilkan.

"Ini layak dikembangkan untuk petani, yang kita coba cabai, terong, kacang-kacangan, jagung, timun. Tahun depan kita akan coba bawang merah, bengkuang dan lada. Petani bisa datang kesini untuk mempelajarinya kita akan bantu," ujarnya.

Ia juga berharap kedepannya, lahan yang telah dikelola pihaknya ini dapat dijaga dan diteruskan pengembangannya oleh pemerintah daerah.

"Kita akan serah terimakan ini ke Pemda, tapi kita minta ini betul-betul dirawat, biar ini jadi tempat belajar petani untuk budidaya tanaman pangan lahan bekas tambang," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Biro Ekonomi Babel, Saimi menyebutkan pihaknya akan menginvetarisir lahan bekas tambang, agar bisa digarap petani dan stakeholder terkait.

"Kita akan koordinasi dengan ESDM dimana saja lahan-lahan ini, sebenernya kegiatan litabang kerjasama dengan pemkab Bangka Tengah. Harapan kedepan ini ini bisa diterapkan di kabupaten lainnya," ujarnya.

Pemanfaatan lahan bekas tambang dengan menanam tanaman pangan, diyakini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.

"Di Babel banyak sekalk hamparan eks tambang, ini harus dikelola agar punya nilai ekonomi, dan ini juga bisa memenuhi kebutuhan pangan lokal kalua ditanami sayuran," ujarnya.

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved