Dua Tersangka Korupsi Pipa Ditahan Kejari Bangka, Begini Penjelasan Kejati Babel

Kejari Bangka telah melakukan penahanan 2 orang tersangka terkait perkara tipikor proyek rehabilitasi pipa transmisi PDAM Merawang

Dua Tersangka Korupsi Pipa Ditahan Kejari Bangka, Begini Penjelasan Kejati Babel
Dokumen Bangka Pos
Suasana tahap dua perkara Tipikor Pipa PDAM Merawang dari Pihak Kejati Babel ke pihak Kejari Bangka di Kantor Kejari Bangka di Sungailiat, Kamis (6/12/2018). 

BANGKAPOS.COM - Kejaksaan Tinggi Provinsi Bangka Belitung (Kejati Babel) melalui Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Babel, Roy Arland mengatakan terkait penahanan 2 orang tersangka (Ir Abdul Roni & Mulyanto) tersandung perkara korupsi proyek rehabilitasi pipa transmisi PDAM Merawang tahun anggaran 2016 namun ditahan oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka, Kamis (6/12/2018), hal itu dengan alasan locus (tempat) dan Tempus masuk dalam wilayah hukum Kejari Bangka.

"Dikarenakan locus dan tempus-nya masuk wilayah Kejari Bangka maka dilakukan penahanan disana (Kejari Bangka -- red)," kata Roy dalam pesan elektronik atau Whats App (WA) kepada bangkapos.com, Kamis (6/12/2018) sore.

Roy menerangkan terkait perkara kasus tindak pidana korupsi (tipikor) dikerjakan oleh PT Rian Jaya Makmur (RJM) di bawah naungan intansi Satker SNVT Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA), Sumatera VII Provinsi Babel ini pihak Kejati Babel khususnya pihak penyidik Pidana Khusus (Pidsus) saat ini telah melakukan tahap 2 yaitu penyerahan tersangka dan barang bukti.

Sebagaimana berita yang pernah dilansir bangkapos.com disebutkan jika pihak Kejari Bangka, Kamis (6/12/2018) telah melakukan penahanan terhadap 2 orang tersangka (Ir Abdul Roni & Mulyanto) terkait perkara tipikor proyek rehabilitasi pipa transmisi PDAM Merawang, Bangka.

Abdul Roni & Mulyanto tak lain merupakan aparatur sipil negara (ASN), terkait perkara yang melibatkan mereka ini diketahui Abdul Roni selaku kuasa pengguna anggaran atau KPA sedangkan Mulyanto selaku penjabat pembuat komitmen (PPK) untuk kegiatan proyek senilai Rp 4,7 miliar bersumber dari dana APBN 2016.

Sebelumnya dua tersangka lainnya, M Rifani alias Pepen (selaku pihak pelaksana) & Yudas alias Aloi selaku pemilik bendera perusahaan PT Rian Jaya Makmur (RJM) justru dilakukan penahanan oleh penyidik Pidsus Kejati Babel.

Meski begitu para tersangka pun sebelumnya pun sempat mengembalikan sebagian kerugian keuangan negara senilai Rp 1,9 miliar ke pihak Kejati Babel. Empat orang tersangka itu kini harus mendekam di sel jeruji besi rutan Tuatunu Kota Pangkalpinang guna menunggu proses hukum selanjutnya.

Penulis: ryan augusta
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved