Molen Dukung Penertiban Salon dan Tempat Pijat di Pangkalpinang

Maulan Aklil (Molen) menyatakan dukungannya terhadap langkah Polres Pangkalpinang yang melakukan penertiban tempat-tempat usaha

Molen Dukung Penertiban Salon dan Tempat Pijat di Pangkalpinang
Dokumen Bangka Pos
Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) 

BANGKAPOS.COM - Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) menyatakan dukungannya terhadap langkah Polres Pangkalpinang yang melakukan penertiban tempat-tempat usaha seperti salon dan panti pijat di Pangkalpinang. Ini Molen sampaikan menanggapi penertiban oleh Tim gabungan yang terdiri dari satuan Sabhara dan Binmas Polres Pangkalpinang terhadap 10 salon dan satu toko yang menjual minuman keras di Pangkalpinang, Rabu (5/12) lalu.

Molen menyatakan, ia memiliki visi yang sama dengan langkah yang dilakukan Polres Pangkalpinang tersebut.

"Yakni membuat Pangkalpinang ini aman, indah, nyaman, asri, dan itu langkah yang bagus. Wali kota mendukung itu," kata Molen

Dia mengatakan, pihaknya juga akan mengevaluasi terhadap izin-izin tempat usaha yang dirazia. Jika terbukti melanggar atau menyalahgunakan izin, maka akan diberi tindakan tegas.

"Kami akan evaluasi. Apalagi ini terkait penertiban kepada yang sifatnya menimbulkan keresahan masyarakat. Kita lihat nanti, mana izin yang sesuai dan mana yang tidak," ucap Molen.

Terpisah, Kepala Dinas Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang Abdul Ghoni menyatakan, pihaknya meminta tempat usaha yang kedapatan menyalahgunakan izin yang diberikan untuk ditindak. Dia menjelaskan, teknis pemberian izin tempat usaha tersebut berada di bawah bidang pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Pangkalpinang.

Pihaknya kemudian mengeluarkan TDUP (Tanda Daftar Usaha Pariwisata) setelah tim turun mensurvei lokasi usaha.

"Kalau sudah ada izin, tetapi kalau melakukan usaha di luar izin tersebut, itu wewenang aparat hukum, silakan ditindak," ucap Ghoni.

Sebelumnya diberitakan, tim gabungan yang terdiri dari satuan Sabhara dan Binmas Polres Pangkalpinang, menyisir tempat-tempat usaha yang diduga disalahgunakan, seperti salon dan panti pijat di wilayah Pangkalpinang. Sebanyak 10 salon dan satu tempat penjualan minuman keras didatangi aparat kepolisian, Rabu (5/12/2018)

Kepala satuan pembinaan masyarakat (Satbinmas), AKP Syamsudin, mengatakan, kegiatan ini akan dilakukan secara rutin untuk menekan angka kejahatan dan perilaku penyalahgunaan, yang berpotensi dapat menciptakan tindak pidana.

"Kami lakukan kegiatan ini untuk menekan perilaku penyalahgunaan tempat izin usaha. Seperti salon yang digunakan untuk tempat maksiat, ataupun panti pijat." ujar AKP Syamsudin, mewakili Kapolres Pangkapinang, AKBP Iman Risdiono Septana, Rabu (5/12/2018).

Pada saat mendatangi salon di kawasan Girimaya tersebut, pekerja salon berlarian hingga ke hutan karena takut berurusan dengan pihak kepolisian. Petugas juga menemukan alat kontrasepsi berupa kondom di salon tersebut.

Para pekerja salon yang didatangi petugas, diberikan pembinaan dan arahan. Sementara, satu orang pria yang kedapatan meminum minuman keras jenis arak, dibawa ke Mapolres dan dimintai keterangan. 

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved