Pertambangan Laut Bisa Berdampingan dengan Usaha Lain, Selaras dengan Upaya Rehabilitasi

PT Timah Tbk bersama dengan Kementerian ESDM menggelar Workshop Nasional Reklamasi Laut

Pertambangan Laut Bisa Berdampingan dengan Usaha Lain, Selaras dengan Upaya Rehabilitasi
ist (PT Timah)
Suasana Workshop Nasional Reklamasi Laut. 

BANGKAPOS.COM  -- PT Timah Tbk  bersama dengan Kementerian ESDM menggelar Workshop Nasional Reklamasi Laut dengan tema Konsep dan Implementasi Reklamasi serta Rehabilitasi Laut pada Kegiatan Usaha Pertambangan Timah di Laut.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Kementerian ESDM, Kementerian KLHK, akademisi dari Institut Pertanian Bogor dan Universitas Bangka Belitung serta Workshop berlangsung selama dua hari bertempat di BW Suites Hotel, Tanjungpandan, Belitung.

Direktur Teknik dan Lingkungan Minerba, Ditjen Minerba Kementerian ESDM, Sri Raharjo melalui Kasubdit Perlindungan Lingkungan dan Mineral, Lidya Hardiyani, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan pertambangan bisa berdampingan dengan usaha-usaha lainnya.

Namun ia juga menekankan bahwa kegiatan pertambangan juga harus selaras dengan upaya rehabilitasi lingkungan.

"Pemulihan terhadap kualitas dan kondisi perairan laut beserta biota di dalamnya  menjadi aspek prioritas yang perlu diperhatikan dalam kegiatan usaha pertambangan, termasuk tambang laut," ungkapnya.

Ia mengapresiasi kegiatan workshop ini karena dapat menjadi forum komunikasi dan berbagi antarpemangku kepentingan terkait untuk memahami baik secara regulasi, dasar keilmiahan serta praktek terbaik terkait progrm rehabilitasi atau reklamasi laut.

Salah satu narasumber, Kasi Perlindungan Lingkungan dari Kementerian ESDM, Jajat Sudrajat, menjelaskan bahwa dalam hal reklamasi laut, PT Timah merupakan salah perusahaan yang leading dalam kegiatan reklamasi laut.

Jajat menjelaskan bahwa berdasarkan Kepmen ESDM no 1827/2018 tentang Pelaksanaan Reklamasi Laut, dalam hal kegiatan reklamasi tahap Operasi Produksi maka rencana reklamasi wajib disampaikan dengan memuat kegiatan yang meliputi pengelolaan kualitas air laut, pencegahan dan penanggulangan terhadap abrasi atau pendangkalan sungai, dan perlindungan keanekaragaman hayati.

Sedangkan Kasubdit Restorasi Direktorat Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Direktur Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Saputra Ginting, Phd menjelaskan bahwa dalam melakukan kegiatan rehabilitasi harus melalui prosedur-prosedur yang matang dalam perencanaan, pelaksanaan dan pemeliharaan.

"Dalam aspek pelaksanaan rehabilitasi misalnya, pengayaan sumber daya hayati, perbaikan habitat serta perlindungan spesies biota laut agar tumbuh dan berkembang secara alami harus diperhatikan," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Yudha Palistian
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved