Usaha Salon dan Panti Pijat yang Dirazia Kemarin Ada yang Tempati Ruko Milik Pemkot Pangkalpinang

Terkait razia yang dilakukan Polres Pangkalpinang kemarin, pengelola melihat apabila ada pelanggaran maka bisa saja izin usaha panti pijat

Usaha Salon dan Panti Pijat yang Dirazia Kemarin Ada yang Tempati Ruko Milik Pemkot Pangkalpinang
Bangkapos/irakurniati
Tim gabungan yang terdiri dari satuan sabhara dan binmas Polres Pangkalpinang, menyisir tempat-tempat usaha yang diduga disalahgunakan, seperti salon dan panti pijat di wilayah Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Sejumlah tempat usaha berupa salon dan panti pijat yang dirazia tim gabungan Polres Pangkalpinang, Rabu (5/12/2018) lalu diketahui menempati rumah toko (ruko) di kawasan rumah toko di depan TJ Tower, Girimaya, Pangkalpinang.

Kepala Bidang Aset Badan Keuangan Daerah Pangkalpinang Syafaruddin membenarkan hal tersebut.

Lelaki yang akrab disapa Udin itu mengatakan, ada 14 ruko di sepanjang kawasan TJ Tower. Hanya saja ia belum mengetahui detail siapa saja yang menyewa aset bangunan milik Pemkot Pangkalpinang tersebut.

"Itu ruko di depan TJ Tower. Pengelolaannya ada di dinas perdagangan. Kalau 14 ruko itu aset Pemkot itu betul. Tercatat di Dinas Perindag," kata Udin saat dikonfirmasi Bangka Pos, Kamis (6/12/2018).

Fasilitator pengelola ruko di kawasan TJ Tower, Erik juga membenarkan, 14 ruko di kawasan TJ Tower tersebut adalah aset Pemkot Pangkalpinang.

Seluruhnya sudah terisi dengan sewa per ruko sebesar Rp 16 juta per tahun.

Dari jumlah tersebut, ada satu ruko yang disewakan untuk jenis usaha salon atau panti pijat. "Ruko itu memang diperuntukkan untuk pelaku usaha, tetapi tidak spesifik harus usaha apa.

Selama ini, terbatas orangnya, dengan pertumbuhan ekonomi seperti ini, otomatis pemasukan Pemkot dari ruko itu berkurang. Jadi ruko yang ada saat ini semuanya boleh disewa tetapi dengan ketentuan yang berlaku," kata Erik dikonfirmasi Bangka Pos, Kamis (6/12/2018) malam.

Erik tak menampik ada usaha sejenis salon atau panti pijat yang menyewa ruko sebagai tempat usaha. Dia bilang, izin teknis terkait ini berada di bawah Dinas Pariwisata.

"Kami hanya terkait sewa menyewa rukonya. Izinnya sesuai peruntukkannya memang panti pijat," ucap Erik.

Terkait razia yang dilakukan Polres Pangkalpinang kemarin, pengelola melihat apabila ada pelanggaran maka bisa saja izin usaha panti pijat tersebut dicabut. Pihaknya menyerahkan hal ini kepada penegak hukum terkait.

"Itu ranahnya penegak hukum kayak satpol PP atau kepolisian," kata Erik. (BANGKAPOS.COM /Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved