Anak-anak 10 Desa di Kabupaten Bangka Rentan Stunting

Salah satu penyebab stunting yakni pernikahan usia dini karena kondisi kejiwaan orang tua yang masih muda sehingga masih labil untuk mengasuh anak

Anak-anak 10 Desa di Kabupaten Bangka Rentan Stunting
bangkapos/nurhayati
Kegiatan rapat kader koordinasi keluarga berencana PKB/PLKB dan rapat bulanan pegawai DP2KBP3A Kabupaten Bangka, Jumat(7/12/2018) di Gedung Sepintu Sedulang Sungailiat. 

BANGKAPOS.COM -- Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dilakukan pada tahun 2013, ada dua kabupaten di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) termasuk dalam daerah stunting (kasus gizi kronis) yaitu Kabupaten Bangka Barat dan Kabupaten Bangka.

Untuk mengatasi kasus stunting tersebut pada tahun 2018 difokuskan di Kabupaten Bangka Barat dan tahun 2019 akan difokuskan di Kabupaten Bangka. Kabupaten Bangka sendiri ada 10 desa yang tingkat stuntingnya tinggi yakni Desa Rukam, Kota Kapur, Penagan, Air Duren, Mendo, Cengkong Abang, Maras Senang, Neknang, Baturusa dan Riding Panjang.

Berdasarkan survei Dinas Kesehatan Babel menurut Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bangka Boy Yandra untuk Desa Penagan sebanyak 45 persen anak-anak disana menderita stunting atau gizi buruk.

Diakuinya salah satu penyebabnya yakni pernikahan usia dini karena kondisi kejiwaan orang tua yang masih muda sehingga masih labil untuk mengasuh anak. Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menempati urutan ketiga untuk tingginya angka pernikahan dini dari seluruh provinsi di Indonesia. Sedangkan Kabupaten Bangka menempati urutan keempat untuk angka pernikahan dini di Babel setelah Bangka Selatan, Belitung dan Bangka Tengah.

"Sewaktu hamil harus memberikan kebutuhan gizi yang layak ternyata belum paham. Di Desa Penagan data yang saya dapat anak yang kawin di bawah umur 18 tahun sekitar 45 orang itu tahun 2018 belum tahun 2017. Perempuan yang umur 22 tahun anaknya sudah tiga orang," ungkap Boy Yandra pada rapat kader koordinasi keluarga berencana PKB/PLKB dan rapat bulanan pegawai DP2KBP3A Kabupaten Bangka, Jumat(7/12/2018) di Gedung Sepintu Sedulang Sungailiat.

Untuk itu ia minta kepada para kader keluarga berencana dan pengurus PKK ikut pro aktif memberikan penyuluhan guna mengatasi kasus stunting tersebut.

"Kita tanggulangi bersama-sama sehingga kasus stunting yang ada bisa ditangani dengan baik dan tidak timbul kasus yang baru," harap Boy Yandra.

Penulis: nurhayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved