Jusuf Kalla: TNI-Polri Harus Gelar Operasi Militer Besar-besaran Tumpas KKB di Papua

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla buka suara terkait tewasnya 19 orang pekerja proyek Trans Papua di Nduga.

Jusuf Kalla: TNI-Polri Harus Gelar Operasi Militer Besar-besaran Tumpas KKB di Papua
You Tube
Wakil Presiden Jusuf Kalla 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla buka suara terkait tewasnya 19 orang pekerja proyek Trans Papua di Nduga.

Para pekerja menjadi korban pembunuhan keji Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang berafilisisasi dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Jusuf Kalla berujar jika TNI dan Polri bakal lakukan operasi militer skala besar di Papua.

Baca: Jalan Kaki Ratusan KM hingga Tidur di Bawah Guyuran Hujan, Ini 5 Skill Raider Kostrad Pemburu KKB

Operasi tersebut harus digelar karena ada pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang selama ini dilakukan oleh kelompok bersenjata.

"Kasus ini ya polisi dan TNI harus operasi besar-besaran, karena ini jelas masalahnya mereka (kelompok bersenjata) yang menembak, mereka yang melanggar HAM tentunya," ujar Jusuf Kalla usai pembuka Kongres Persatuan Insyiyur Indonesia (PII), di Padang, Sumatera Barat, Kamis (6/12) seperti dikutip dari Tribunnews.

Jusuf Kalla juga mengatakan jika selama ini pemerintah sudah melakukan upaya persuasif agar pihak separatis mau kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

Namun upaya persuasif pemerintah, TNI dan Polri itu malah dianggap sebagai pelanggaran HAM.

Namun sekarang terbukti siapa pelanggar HAM sebenarnya.

"Ya sering pola seperti ini ingin lebih soft supaya jangan dituduh kita (pemerintah) yang melanggar HAM, padahal ini yangg melanggar HAM itu siapa? mereka kan yang melanggar HAM," ungkap Jusuf Kalla.

Baca: Deretan Aksi Egianus Kogoya Pemimpin KKB Papua, Tembaki Pesawat Hingga Bantai 31 Pekerja

Ilustrasi
Ilustrasi (TribunWow.com/Octavia Monica)

Sebelumnya telah terjadi pembunuhan sadis yang dilakukan KKB pimpinan Egianus Kogoya terhadap 19 orang pekerja Trans Papua pada Minggu (2/12) di Nduga.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved