Suami Wali Kota Tangerang Kencani Artis Muda di Hotel, Alasan Keluar Lapas Sukamiskin Untuk Berobat

Wawan diduga mendapatkan izin keluar untuk berobat dari Lapas Sukamiskin dan disalahgunakan untuk berkencan di hotel dengan seorang artis muda.

Suami Wali Kota Tangerang Kencani Artis Muda di Hotel, Alasan Keluar Lapas Sukamiskin Untuk Berobat
Tribunnews.com
Pengusaha Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan menjalani sidang perdananya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Kamis (6/3/2014). Wawan diduga terlibat dalam dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK) yang juga melibatkan mantan Ketua MK Akil Mochtar. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menelusuri dugaan suap pemberian izin keluar dan fasilitas-fasilitas mewah bagi narapidana (napi) di Lapas Kelas 1 Sukamiskin, Bandung.

Salah satu napi yang diduga pelesiran keluar lapas adalah pengusaha Tubagus Chaeri Wardana Chasan alias Wawan.

Wawan diduga mendapatkan izin keluar untuk berobat dari Lapas Sukamiskin dan disalahgunakan untuk berkencan di hotel dengan seorang artis muda.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, KPK sedang menelusuri dugaan Wawan menyalahgunakan izin berobat itu untuk menginap di hotel.

Baca: Bukannya Cemburu, Istri Tua Malah Bangga Suaminya Miliki Empat Istri Sekaligus

KPK, menurut Febri, sudah memiliki bukti kuat soal keberadaan suami dari Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany itu.

Misalnya bukti elektronik terkait keberadaan dua hotel sebagaimana dalam dakwaan Wahid Husen dan Wawan bersama siapa saja di hotel tersebut.

"Tentu bukti-bukti tersebut akan kami buka diproses persidangan, sepanjang terkait penanganan perkara. Dengan siapa atau siapa saja di sana (di dua hotel), saya tidak bisa sampaikan sekarang. Peristiwanya akan dibuka di fakta persidangan nanti sesuai bukti yang sudah dimiliki oleh JPU," kata Febri saat dikonfirmasi, Jumat (7/12/2018).

Untuk diketahui, Wawan merupakan terpidana 5 tahun penjara.

Baca: Playboy Kampus Surabaya Sebar Foto-foto Panas 6 Mahasiswi, Modusnya Pacari Korban

Wawan pertama kali dieksekusi KPK ke Lapas Sukamiskin Bandung pada Selasa, 27 Maret 2015.

Sebelumnya Wawan divonis terbukti sebagai pemberi suap Rp8,5 miliar kepada terpidana mantan hakim sekaligus mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) M Akil Mochtar.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved